Wali Kota Surabaya Pastikan Pendampingan Penuh bagi Santri Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. - Dok. Samudrafakta
Pemkot Surabaya akan memberikan pendampingan penuh, termasuk pemulihan fisik dan psikologis, bagi santri asal Surabaya yang kehilangan tangan akibat ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pendampingan penuh bagi santri asal Surabaya yang menjadi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo. Pendampingan itu terutama difokuskan pada korban yang harus menjalani amputasi tangan demi penyelamatan nyawa.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pemerintah kota tidak akan lepas tangan terhadap warganya yang mengalami musibah berat tersebut.

“Terkait korban, khususnya warga Surabaya yang mengalami amputasi akibat insiden di lokasi tersebut, pemerintah kota akan memberikan pendampingan penuh,” ujar Eri, Rabu (15/10).

Bacaan Lainnya

Menurut Eri, Pemkot Surabaya tidak hanya memfokuskan bantuan pada pemulihan fisik, tetapi juga aspek mental dan kejiwaan, mengingat trauma yang dialami korban dan keluarga sangat besar.

“Kami akan memprioritaskan pendampingan psikologis bagi korban dan keluarga. Langkah awal ini sangat krusial. Setelah kondisi psikis korban berangsur membaik, barulah kami lanjutkan dengan program jangka panjang,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi fisik korban tentu akan berpengaruh pada masa depan pendidikan dan pekerjaan. Karena itu, Pemkot Surabaya berkomitmen merancang masa depan korban secara menyeluruh, mulai dari pemulihan mental hingga penentuan jalur pendidikan dan karier.

“Kami akan memastikan pendidikan korban tetap berjalan hingga lulus, dan setelah itu, kami bantu memikirkan peluang kerjanya,” pungkas Eri.***

Pos terkait