Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap membiayai pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny lewat APBN, asalkan disetujui Menko PM Cak Imin.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal hijau soal rencana pembiayaan rehabilitasi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menyebut hanya menunggu persetujuan dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
“Persetujuan bukan di saya, tapi di Pak Muhaimin. Tapi yang jelas, Menteri Pekerjaan Umum sanggup, saya sanggup. Tinggal persetujuan dari Pak Muhaimin saja,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (18/10/2025).
Purbaya menegaskan, tidak ada masalah jika pembangunan ulang pesantren yang ambruk itu menggunakan APBN, selama proyek tersebut sesuai aturan dan tepat sasaran.
“Kalau saya lampunya hijau terus, modenya mode belanja, asal belanjanya pas, tepat sasaran, tepat waktu. Untuk saya tidak ada masalah kalau Menko Muhaimin setuju,” katanya.
Sebelumnya, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah perlu turun tangan memperbaiki Ponpes Al Khoziny yang ambruk. Ia menilai, penggunaan APBN sah dilakukan demi menjamin kenyamanan dan keselamatan proses belajar para santri.
“Al Khoziny ini layak dibantu APBN karena ya kalau jumlah santrinya 1.900 mau sekolah di mana? Mau dibiarkan di tenda? Pemerintah mau diam saja?” ujar Cak Imin, Selasa (14/10).
Cak Imin menegaskan, penggunaan anggaran negara justru bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap pendidikan pesantren. Ia juga menantang pihak-pihak yang menolak kebijakan tersebut untuk menawarkan solusi yang lebih konkret.
“Kepada teman-teman yang memprotes menggunakan APBN, apa solusi Anda? Kepada DPR yang ada satu dua orang yang memprotes, apa solusi Anda? Dengan 1.900 santri yang sedang belajar,” tambahnya.
Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan santri di Al Khoziny dapat segera kembali belajar dengan layak dan aman.





