Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) tak mau tanggung-tanggung. Di tengah gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) pada 15-19 Oktober 2025, asosiasi ini melancarkan strategi dua kaki: menggarap serius pasar domestik yang menggiurkan, sekaligus meluncurkan “gerbang tol” digital untuk menembus pasar global.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan ganda: lesunya pasar ekspor di beberapa wilayah dan derasnya arus produk impor. HIMKI mendorong TEI 2025 tidak hanya fokus mengejar ekspor. Pada sisi lain HIMKI juga membidani lahirnya marketpace furniture dan kerajinan, Mosaik Nusantara, untuk melayani market di dalam maupun luar negeri.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga HIMKI, Heru Prasetyo, menegaskan pameran ini harus jadi momentum mendongkrak pasar dalam negeri agar impor tak terlalu tinggi.
“TEI ini seharusnya tidak hanya menjadi ajang ekspor semata, tetapi juga momentum untuk mendongkrak pasar dalam negeri,” ujar Heru Prasetyo di sela pameran, 18 Oktober 2025.
Heru menyoroti kondisi industri di Jawa Timur yang tertekan hingga banyak unit usaha berhenti beroperasi. Menurutnya, solusi ada di depan mata: pasar domestik. Ia menyebut potensi pengadaan barang pemerintah lewat Dana Alokasi Khusus, swakelola, hingga APBD sebagai peluang besar.
“Pasar dalam negeri itu ibarat daging steak yang sangat lezat — besar, gurih, dan menggiurkan. Kita bagi tugas, ada yang ofensif ke pasar luar negeri dan pasar dalam negeri karena peluangnya luar biasa,” tegas Heru.
Di sisi lain, untuk mendukung serangan ofensif ke pasar luar negeri, HIMKI meluncurkan jurus pamungkas digital: marketplace Mosaik Nusantara (www.mosaiknusantara.com).
Platform ini bukan sekadar toko online biasa, melainkan panggung ekspor business to business (B2B) yang mempertemukan ribuan pengusaha mebel lokal—dari Jepara hingga Pasuruan—langsung dengan buyer di Amerika, Eropa, hingga Timur Tengah.
Ketua Bidang Pemasaran e-Commerce DPP HIMKI, Ponco Suhirno, menjelaskan Mosaik Nusantara lahir dari keresahan pelaku industri. “Selama ini, buyer asing harus datang ke pameran. Prosesnya panjang, mahal, dan melelahkan. Sekarang kami sediakan Mosaik Nusantara sebagai lompatan besar era digital HIMKI,” ujar Ponco.





