Waduh, Fenomena El Nino Diprediksi Bakal Pecahkan Rekor Panas Global!

“Pertukaran massa udara serta interaksi atmosfer dan laut yang terjadi di wilayah tersebut berpengaruh terhadap iklim Indonesia,” demikian menurut buku tersebut.

Kedua fenomena tersebut terkait erat dengan interaksi atmosfer dan laut yang terjadi di Samudra Pasifik, dan menjadi climate driver di Indonesia, yakni El Nino – Southern Oscillation (ENSO).

ENSO terbagi dalam dua kejadian, yaitu fase dingin (La Nina) dan fase hangat (El Nino). La Nina dan El Nino dapat menyebabkan musim kemarau dan musim hujan di Indonesia bersifat lebih basah atau lebih kering.

Bacaan Lainnya

Friederike Otto, dosen senior Grantham Institute di Imperial College London, Inggris, menyebut suhu yang dipicu El Nino dapat memperburuk dampak perubahan iklim yang sudah dialami sejumlah negara, termasuk gelombang panas yang parah, kekeringan, dan kebakaran hutan.

Percepatan masa kemarau yang dipicu El Nino dapat menyebabkan cuaca ekstrem akibat fase transisi yang tidak wajar. “Jika El Nino terus berkembang, ada kemungkinan besar 2023 akan lebih panas ketimbang 2016—mengingat dunia terus menghangat karena manusia yang terus membakar bahan bakar fosil,” cetusnya.

Sebelumnya, para pakar sudah memperingatkan perigal pemanasan global akibat penggunaan bahan bakar fosil berlebih, seperti BBM dan batu bara, hingga penggunaan gas-gas perusak ozon.

Siapkah kita menghadapi situasi ini?

(Farhan)

Pos terkait