Viral Nakes Joget saat Operasi Pasien, Berujung Dinonaktifkan

Nakes Joget
Viral nakes joget saat operasi di RSUD Datu Beru, Takengon. - Istimewa
Seorang perawat RSUD Datu Beru Aceh Tengah dinonaktifkan usai videonya berjoget di ruang operasi viral dan memicu kecaman publik.

Jagat maya dihebohkan oleh aksi Riga Septian Bahri, perawat di RSUD Datu Beru, Takengon. Ia terekam berjoget di depan kamera saat tindakan medis berlangsung di dalam ruang operasi.

Video yang diunggah akun TikTok @ibs.datu.beru itu memperlihatkan Riga mengenakan pakaian operasi lengkap. Di belakangnya, tampak tim medis lain sedang serius menangani seorang pasien.
Aksi ini seketika memicu kecaman luas.

Masyarakat menilai perilaku tersebut melanggar etika profesi dan tidak menghormati privasi pasien yang sedang menjalani pembedahan.
Direktur RSUD Datu Beru, dr. Gusnarwin, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan prosedur operasi tetap berjalan standar, meski sangat menyayangkan aksi tidak etis bawahannya itu.

Bacaan Lainnya

“Benar itu dilakukan di kamar operasi, namun operasi berlangsung sesuai prosedur dan tidak mengganggu jalannya tindakan,” ujar Gusnarwin dalam klarifikasinya, Minggu (5/4/2026).

Sanksi dan Penonaktifan

Pihak rumah sakit bergerak cepat memberikan sanksi tegas. Riga kini telah resmi dinonaktifkan dan ditarik dari seluruh layanan bedah di RSUD Datu Beru guna proses pemeriksaan.

Kepala Humas RSUD Datu Beru, Himawan, menjelaskan bahwa status Riga sebagai pegawai PPPK kini diserahkan ke BKPSDM Aceh Tengah. Hal ini dilakukan untuk pembinaan dan pengawasan lebih lanjut.

“Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan serta tidak lagi bertugas di layanan bedah,” kata Himawan, Minggu (5/4/2026). Ia menegaskan aksi tersebut sangat tidak mencerminkan profesionalitas medis.

Padahal, pihak rumah sakit telah berulang kali melarang tenaga medis membawa ponsel ke ruang bedah. Aturan ketat mengenai larangan merekam tindakan medis pun sudah sering disosialisasikan sebelumnya.

Riga sendiri telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video singkat. Ia mengaku tindakan tersebut dilakukan secara spontan tanpa maksud tertentu untuk merendahkan institusi maupun pasien.

Pos terkait