Jelang Muktamar ke-35 NU pada 2026, persaingan bursa calon Ketua Umum PBNU makin dinamis. Petahana dan tokoh muda siap bersaing.
Menjelang perhelatan Muktamar ke-35 pada Juli atau Agustus 2026 mendatang, konstelasi politik internal Nahdlatul Ulama (NU) mulai menghangat.
Sejumlah nama besar kini mencuat ke permukaan, meramaikan bursa kandidat kuat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa bakti 2026-2031.
Muktamar kali ini tidak sekadar memilih pemimpin, tetapi juga menentukan arah navigasi kapal besar NU dalam menghadapi tantangan global yang makin kompleks.
Peta Kekuatan: Petahana Menghadapi Arus Tokoh Muda
Berdasarkan dinamika dan hasil survei yang beredar di kalangan nahdliyin, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) masih mendominasi panggung sebagai figur sentral. Sebagai petahana, Gus Yahya memegang modal kuat untuk melanjutkan program transformasi digital dan memperluas diplomasi internasional NU yang telah ia rintis selama periode 2021-2026.
Namun, Gus Yahya tidak berdiri sendiri tanpa penantang. Arus bawah kini menyuarakan keinginan kuat untuk memunculkan figur dari kalangan muda pesantren.
Nama KH Imam Jazuli melesat sebagai penantang potensial. Tokoh muda ini kerap merajai berbagai survei berkat kedekatan emosionalnya yang erat dengan basis massa santri serta para pengasuh pondok pesantren di berbagai daerah.
Tarikan Napas Akar Rumput dan Kekuatan Wilayah
Selain pertarungan antara petahana dan tokoh muda, bursa pencalonan juga menyoroti kekuatan figur daerah. Nama KH Marzuqi Mustamar kini menjadi perbincangan hangat. Mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini mengantongi basis pendukung yang sangat militan di provinsi yang selama ini kita kenal sebagai lumbung suara terbesar NU.
Banyak pihak menilai sosoknya mampu merepresentasikan kerinduan akar rumput akan kembalinya nuansa tradisi pesantren yang kental di pucuk pimpinan PBNU.
Di sisi lain, KH Zulfa Mustofa turut masuk dalam radar diskusi. Pengalamannya mengisi posisi Penjabat (Pj) Ketua Umum membuat publik melihatnya sebagai sosok pemersatu yang mampu menjembatani berbagai faksi di internal organisasi.
Sorotan Tokoh Nasional dan Profesional
Menariknya, diskusi mengenai nakhoda baru PBNU kini meluas hingga keluar dari lingkaran syuriyah dan tanfidziyah tradisional. Sejumlah tokoh nasional dan profesional mulai publik lirik untuk memimpin ormas Islam terbesar ini.





