Salah satu alasan Presiden Prabowo Subianto lawatan ke luar negeri saat ini adalah agar publik tidak menganggapnya cawe-cawe dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024—demikian kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan.
“Beliau ke luar negeri kan supaya tidak ada nanti opini, tudingan, seolah cawe-cawe (dalam Pilkada 2024),” kata Budi Gunawan kepada wartawan, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (10/11/2024).
Saat ini Presiden Prabowo melakukan lawatan ke lima negara, yaitu China, Amerika Serikat, Peru, Brasil, dan Inggris. Kunjungan bakal berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Dia memulai kunjungan perdana ke China pada Jumat, 8 November 2024 lalu.
Selama Presiden di luar negeri, dia menyerahkan tugas sebagai pemimpin negara kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Status Gibran sebagai Plt. Presiden ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 31/2024 yang diteken oleh Prabowo pada 8 November 2024. Gibran bakal menduduki jabatan itu selama 16 hari, atau terhitung sejak tanggal 8 sampai 23 November.
Ketika Presiden di luar negeri, sebuah video yang menampilkan dia mengampanyekan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Jawa Tengah, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen, beredar ke publik. Video diunggah oleh akun Instagram pribadi Cagub Jateng Ahmad Luthfi (@ahmadluthfi_official) pada Sabtu, 9 November 2024.

Belum diketahui persis kapan video tersebut dibuat, namun informasi visual ini beredar ketika Presiden Prabowo sedang berada di luar negeri.
Pihak istana telah menyatakan jika Prabowo berada dalam video tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, bukan Presiden RI. Gerindra merupakan pengusung utama pasangan Luthfi-Taj Yasin di Pilkada Jateng.
Menko Polkam Budi Gunawan juga mengatakan jika sedari awal Prabowo sudah menekankan agar Pilkada 2024 diwarnai netralitas dan mematuhi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luber jurdil).
Budi mengatakan bahwa tugas utama Kemenko Polkam saat ini adalah mengingatkan agar penyelenggara negara netral, sehingga Pilkada 2024 dapat berjalan secara aman dan lancar.
Budi memastikan pihaknya sudah mengantisipasj daerah-daerah yang rawan. Dia menyatakan telah berkoordinasikan dengan Polri melalui indeks kerawanan Pilkada.
“Jangan sampai potret pemerintahan yang baru ini tercederai. Semua netral, sehingga Pilkada serentak berjalan dengan aman, lancar, jurdil, dan sukses,” ujar mantan Kepala BIN itu.
Terkait video Prabowo yang mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Taj Yasin, Budi Gunawan menilai, boleh saja meminta dukungan kepada siapa pun termasuk kepada Prabowo.
“Semua boleh-boleh saja minta dukungan. Namanya tamu, enggak mungkin diterima ya,” kata Budi.
Menurut Budi, jika pasangan lain meminta dukungan kepada Prabowo, pasti akan diterima.
“Mungkin calon lain kalau datang pasti beliau terima,” ujar dia.
Perihal anggapan Prabowo tak netral, BG mengatakan bahwa setiap pasangan calon pasti mencari cara untuk mendongkrak elektabilitas, termasuk meminta dukungan Prabowo
Dan Prabowo, kata Budi, tak mungkin menolak seseorang jika datang menghampirinya.
“Ya setiap calon ini ingin mencari hal yang bisa mendongkrak elektoral. Tamu datang, mungkin beliau harus bicara seperti itu,” paparnya.
“Saya rasa yang lain boleh saja kalau minta waktu beliau,” tandas Budi Gunawan.***





