Trump Umumkan Rusia-Ukraina Siap Negosiasi Gencatan Senjata. Perang Segera Berakhir?

Ilustrasi. | Sora/Samudra Fakta

Sebelumnya, Kyiv menyebut klaim Putin tentang keinginannya untuk damai sebagai omong kosong. “Putin menginginkan perang,” kata Andriy Yermak, penasihat utama Presiden Ukraina, setelah Rusia melancarkan apa yang diklaim Ukraina sebagai serangan pesawat nirawak terbesar sejak invasi skala penuh dimulai.

Ukraina melaporkan bahwa sedikitnya 10 orang tewas dalam serangan Rusia beberapa hari terakhir—termasuk sembilan orang dalam serangan terhadap minibus sipil di Ukraina timur laut. Rusia mengklaim telah mencegat pesawat nirawak Ukraina.

Serangan terhadap bus tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan tatap muka pertama mereka dalam lebih dari tiga tahun. Meski pertukaran tahanan disepakati, tidak ada komitmen untuk gencatan senjata.

Bacaan Lainnya

Trump telah menawarkan untuk hadir dalam pembicaraan di Turki jika Putin juga hadir, namun presiden Rusia menolak untuk melakukan perjalanan tersebut.

Rusia sebelumnya telah beberapa kali mengumumkan gencatan senjata—namun bersifat sementara. Misalnya, pada 8–11 Mei bertepatan dengan peringatan kemenangan atas Perang Dunia II, namun Kyiv menolaknya karena menganggap Putin tidak dapat dipercaya dan menginginkan gencatan senjata 30 hari segera.

Kremlin juga sempat mengumumkan gencatan senjata 30 jam selama Paskah. Meski kedua pihak melaporkan penurunan intensitas pertempuran, mereka tetap saling menuduh melakukan ratusan pelanggaran.

Perang antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.***

Pos terkait