Tragedi Siksorogo Lawu Ultra 2025: Dua Pejabat Kolaps di Tengah Badai Lawu, Diduga Kelelahan dan Jantung

Event Siksorogo Lawu Ultra 2025 yang digelar pada Ahad, 7 Desember 2025, menelan korban jiwa. Dua pelari meninggal dunia saat mengikuti event bergengsi di Gunung Lawu. Foto:SS Dok SLU 2024
Duka di RSUD Karanganyar

Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, membenarkan kejadian nahas ini, dan menyebutkan bahwa kedua jenazah langsung dibawa ke RSUD Karanganyar untuk proses visum.

Di ruang jenazah RSUD Karanganyar, suasana duka menyelimuti. Keluarga dan kerabat korban berdatangan. Salah satunya adalah Martadi, pensiunan mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Karanganyar, yang merupakan kerabat dari almarhum Sigit. Ia tak kuasa menahan tangis.

Kompol Dudi Pramudia, Kabag Ops Polres Karanganyar, menyampaikan bahwa pihak keluarga Sigit Joko Purnomo meminta agar hanya dilakukan visum luar. “Keluarga meminta hanya visum luar dan tidak dilakukan visum dalam. Jenazah sudah dibawa keluarga untuk pemakaman,” kata Kompol Dudi.

Bacaan Lainnya

Kini, Lawu menjadi saksi bisu tragedi SLU 2025. Sebuah pengingat getir bahwa di balik tantangan dan keindahan alam, ada risiko besar yang siap menanti, terutama ketika fisik dipaksa melampaui batas di bawah amukan cuaca. Polres Karanganyar hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kematian untuk memastikan kronologi yang didapat dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).***

Pos terkait