Tom Lembong Dipenjara Meski Tak Terima Uang Korupsi — Apakah Negara Memang Menghukum Pejabat yang Berani Memutuskan?

ILUSTRASI Tom Lembong ini dibikin dengan AI - Samudrafakta
Pengadilan memenjarakan Tom Lembong bukan karena dia mencuri duit negara, tapi karena membuat keputusan yang dianggap salah prosedur. Vonis ini menebar teror diam-diam kepada siapa pun yang berani bertindak di tengah birokrasi yang beku.

__Editorial

Ketika sebuah keputusan kebijakan dijadikan dasar pemidanaan, kita harus mulai bertanya: apakah negara masih memberi ruang untuk keberanian, atau justru mendorong semua pejabatnya menjadi penonton yang patuh dan pasif?

Mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong divonis 4 tahun 6 bulan penjara. Tuduhannya: korupsi dalam pemberian izin impor gula. Tapi tidak ada aliran dana ke rekening pribadinya. Tidak ada bukti ia menerima suap. Ia bukan makelar proyek, bukan pemain anggaran. Ia hanya seorang teknokrat yang mengambil keputusan dalam situasi genting.

Putusan ini bukan hanya soal hukuman. Ini adalah pesan. Pesan yang terang namun samar: bahkan keputusan yang diambil dalam forum resmi, dengan notulen dan persetujuan lintas kementerian, tetap bisa menyeret Anda ke penjara jika dianggap melanggar prosedur.

Bacaan Lainnya

Tom dituduh memberikan izin impor gula kepada koperasi yang kemudian bekerja sama dengan pihak swasta. Saat itu, harga gula melambung, dan pemerintah berada dalam tekanan untuk menjamin pasokan. 

Tom mengeluarkan izin operasi pasar, yang menurutnya merupakan hasil Rapat Koordinasi Terbatas bersama Menko, Menteri BUMN, dan Presiden. Ia memutar videonya di sidang. Ia hadirkan notulen. Tapi tetap saja, yang dinilai hakim adalah bahwa ia gagal menjaga “keadilan sosial” dan “lebih mengutamakan logika pasar.”

Di ruang sidang, jaksa menyebut negara rugi Rp578 miliar. Tapi ahli dari BPKP menyebut angka itu tidak akurat, bahkan cenderung menyesatkan, karena tidak memperhitungkan margin normal dalam transaksi bisnis. Tom membalas bahwa 89% dari angka itu adalah keuntungan sah swasta, bukan uang negara yang hilang. Tapi semua itu tidak cukup untuk membendung putusan.

Lalu, jika tak ada suap, tak ada aliran dana, dan keuntungan yang disebut-sebut pun diperdebatkan, mengapa Tom dipenjara?

Pos terkait