Tiga Ibu Tangguh Dapat Rumah Baru: Kisah Tanem, Daricih, dan Carning yang Mengharukan

Dari kiri: Tanem, Daricih, dan Carning, tiga ibu penerima program RSLHSFM dari OPSHID. - Dok. OPSHIDMEDIA
Rumah Tanem sebelum dan sesudah dibangun. – Dok. OPSHIDMEDIA

Di Jakarta Utara, Daricih yang sempat bekerja dua dekade di konveksi harus berhenti setelah upahnya tak dibayar. Bersama suami dan anak-anaknya, ia tinggal di rumah warisan sang ibu yang bocor dan kerap banjir. “Seneng banget… tabungan aja nggak punya, tapi Allah kirim orang-orang baik,” tuturnya. Kini, rumah kecilnya berukuran 3×8 meter itu berdiri kokoh dan nyaman.

Sementara di Tuban, Ibu Carning yang hidup dari upah buruh tani perlahan menabung batu kumbung, berharap suatu saat bisa membangun rumah sendiri. Harapan itu terkabul saat OPSHID datang membantu. 

“Saya menangis, kaget, tahu-tahu dibuatkan rumah,” ujarnya. Kini, genting tak lagi bocor dan dindingnya berdiri kuat. Program rumah layak huni ini bukan hanya menghadirkan tempat tinggal baru, tapi juga mengembalikan rasa aman, martabat, dan semangat hidup para ibu pejuang keluarga.

Bacaan Lainnya

Selengkapnya baca di sini.

Pos terkait