Terungkap! Perang Bubat Ternyata Cuma Fiksi Bikinan Kolonial Belanda

Kaum kolonial mengarang peristiwa Perang Bubat untuk memecah-belah Jawa dan Sunda. | ILUSTRASI Samudrafakta

Menurut Agus, Pararaton versi ini tak dikenal di lingkungan keraton Mataram maupun Pakualaman. Artinya, ia bukan warisan intelektual pribumi, melainkan buatan kolonial untuk menanam keraguan atas identitas bangsa.

“Kita harus hati-hati saat menjadikan naskah kolonial sebagai rujukan utama sejarah,” tegas Agus. “Mereka bukan sekadar mencatat masa lalu, tapi membentuk persepsi yang menguntungkan kepentingan mereka.”

Dampaknya masih terasa hari ini. Di wilayah Sunda, nama-nama seperti Gajah Mada atau Hayam Wuruk nyaris tak ditemukan di jalan-jalan utama. Bukan karena sejarah, tapi karena cerita rekaan yang dijadikan warisan trauma kolektif.

Bacaan Lainnya

Kini, saatnya membongkar narasi lama dan memulihkan ingatan bangsa. Sejarah yang keliru bukan untuk disimpan, tapi untuk diluruskan. Karena terkadang, musuh paling licik bukan yang menyerang dari depan, melainkan yang menyusup lewat cerita.***

Pos terkait