Tak Kuat Lari? Coba Japanese Walking, Bakar Lemak Lebih Efektif

Japanese Walking mengandalkan ritme, bukan kecepatan ekstrem. Dengan memadukan jalan cepat dan santai, tubuh diajak membakar lemak, menjaga jantung, dan tetap aman bagi semua usia. Sederhana, konsisten, dan mudah dijadikan standar baru aktivitas fisik harian.
Dr. Decsa Medika Hertanto ungkap manfaat Japanese Walking, tren jalan kaki interval yang ampuh bakar lemak dan turunkan gula darah.

Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial kerap memunculkan tren kesehatan baru yang diklaim efektif. Salah satu yang paling banyak dibicarakan sepanjang 2025 adalah Japanese Walking atau Japanese Interval Walking. Olahraga ini tidak memerlukan peralatan khusus dan bisa dilakukan dalam waktu singkat.

“Ini bukan lari, tapi jalan kaki yang dikembangkan oleh peneliti di Jepang. Konsepnya jalan cepat tiga menit, jalan santai tiga menit dan diulang siklusnya 30 menit. Dilakukan empat kali dalam seminggu, efek terhadap kesehatannya luar biasa,” ungkap Dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD-KGH, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam subspesialis konsultan ginjal hipertensi di Surabaya.

Decsa melanjutkan, bahwa Japanese Walking sangat baik untuk kebugaran sistem kardiovaskular. Saat dilakukan secara konsisten, latihan ini membantu kekuatan dan daya tahan sistem tersebut.

Bacaan Lainnya

Japanese Walking juga memberikan manfaat bagi mereka yang ingin mengontrol kadar gula darah dan kekuatan otot kaki.

“Bisa meningkatkan kebugaran, kebugaran kardiovaskular lebih efektif, membakar lemak lebih efisien, dan menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah, dan memperkuat otot tungkai dibanding jalan kaki biasa,” terangnya.

Menurutnya, Japanese Walking dapat dilakukan oleh individu usia menengah dan lansia. Utamanya bagi mereka yang ingin mengurangi resiko cedera dan penyakit kardiovaskular.

“Kalau dilihat penelitiannya bagus banget. Cocok untuk orang yang tidak terbiasa olahraga dan kalau lari dia gak sanggup,” tukasnya. ***

Pos terkait