Soal Wacana Prabowo Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia, Muncul Dua Pendapat di PBNU

Warga Gaza menanti realisasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel. (Tangkapan Layar Al-Jazeera)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dan Ketua Bidang Keagamaan PBNU Ahmad Fahrur Rozi mendukung rencana Presiden Prabowo mengevakuasi 1.000 warga Gaza yang terluka ke Indonesia. Sikap mereka beda dengan Ketua NU lainnya, Ulil Abshar Abdalla, yang menilai rencana Prabowo itu sebagai blunder.

__________

Yahya Cholil Staquf memang mendukung, tetapi dia memberi catatan. Menurut dia, harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum Indonesia benar-benar membawa 1.000 warga Gaza ke Indonesia.

“Saya memahami pernyataan Presiden Prabowo tentang warga Gaza itu sebagai initial statement of goodwill (pernyataan itikad baik yang disampaikan di saat awal),” kata Yahya di Jakarta, Kamis malam, 10 April 2025.

Bacaan Lainnya

“Yang intinya adalah komitmen dan kesediaan Indonesia untuk berkontribusi apa pun yang mungkin untuk menolong Palestina. Yang akan terjadi selanjutnya adalah proses-proses negosiasi yang berliku,” imbuhnya.

Yahya pun menekankan bahwa yang paling utama atas evakuasi warga Gaza adalah jaminan warga Gaza tidak akan pernah kehilangan tanah airnya.

Oleh karena itu, kata dia, siapapun tidak boleh terpengaruh oleh retorika Presiden Trump yang berbau pembersihan etnis, yang bisa memicu perang dunia.

Yahya menggarisbawahi, persoalan di Palestina saat ini, terutama di Gaza adalah persoalan kemanusiaan yang penanganannya harus sangat tepat, cepat, sekaligus cermat sejalan dengan ikhtiar Presiden Prabowo Subianto.

Sedangkan Ahmad Fahrur Rozi menilai langkah Prabowo itu sebagai tindakan yang mulia.

“Kita sangat mendukung dan apresiasi atas upaya penuh presiden Prabowo Subianto dalam membantu korban kejahatan agresi militer Israel di Gaza, sungguh upaya tulus mulia dan membanggakan bagi kita sebagai warga bangsa Indonesia,” kata dia kepada wartawan, Kamis, 10 April 2025

Menurut Fahrur, rencana evakuasi itu merupakan bentuk kepedulian Prabowo atas nasib rakyat Gaza yang selama ini teropresi.

Kata dia, Indonesia bisa menjadi negara yang membantu Palestina apabila tidak ada negara yang bersedia menerima warga Gaza.

Rencana Prabowo ini, menurut Fahrur, seharusnya menjadi semacam cambuk bagi negara-negara Arab. Negara-negara terdekat Palestina semestinya didorong agar dapat membantu evakuasi warga Gaza. “Sebaiknya didorong agar dapat segera dievakuasi ke negara tetangga terdekat. Karena mungkin terlalu jauh jika harus ke Indonesia,” ucap Fahrur.

Sebelumnya, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menilai rencana Presiden Prabowo Subianto merelokasi 1.000 warga Gaza, Palestina ke Indonesia sebagai blunder.

Menurut Ulil, Prabowo telah melakukan kesalahan fatal jika relokasi itu benar-benar dilakukan. Sebab merelokasi warga Gaza dari tanah kelahirannya ke luar Palestina sama saja dengan upaya mewujudkan mimpi Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu untuk mengusir warga Gaza, Palestina.

“Untuk isu ini (relokasi warga Gaza), saya mengatakan Pak Prabowo blunder. Menurut saya itu tidak tepat. Jadi, ya, apa pun kita harus membantu dengan segala daya upaya untuk tetap membantu bangsa Palestina, terutama warga Gaza, tetap di Gaza,” katanya, dikutip dari NU Online, Kamis, 10 April 2025.***

Pos terkait