Prabowo Berencana Tampung Warga Gaza di Indonesia, Ketua PBNU: ‘Blunder’

Warga Palestina melewati puing-puing saat mereka berusaha kembali ke rumah mereka untuk merayakan gencatan senjatta yang dimulai Ahad, 19 Januari 2025. | Reuters via SS Al Jazeera
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla menilai rencana Presiden Prabowo Subianto merelokasi 1.000 warga Gaza, Palestina ke Indonesia sebagai blunder.

__________

Menurut Ulil, Prabowo telah melakukan kesalahan fatal jika relokasi itu benar-benar dilakukan. Sebab merelokasi warga Gaza dari tanah kelahirannya ke luar Palestina sama saja dengan upaya mewujudkan mimpi Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu untuk mengusir warga Gaza, Palestina.

“Untuk isu ini (relokasi warga Gaza), saya mengatakan Pak Prabowo blunder. Menurut saya itu tidak tepat. Jadi, ya, apa pun kita harus membantu dengan segala daya upaya untuk tetap membantu bangsa Palestina, terutama warga Gaza tetap di Gaza,” katanya, dikutip dari NU Online, Kamis, 10 April 2025.

Bacaan Lainnya

Saat ini perjuangan warga Palestina dalam segi militeristik, lanjut Ulil, sudah sangat berat, bahkan terkesan mustahil.

“Perjuangan bangsa Palestina sekarang ini adalah bagaimana mereka tetap ada di Palestina, terutama di Gaza. Jangan sampai mereka lari keluar. Makanya proposal-proposal dari pihak mana pun yang ingin merelokasi warga Gaza keluar Palestina, itu akan sama saja bunuh diri bagi bangsa Palestina,” ujarnya.

Terkait ide Presiden Donald Trump untuk mengosongkan Gaza, Ulil mengatakan, Trump merupakan seorang pengusaha properti. Dari latar belakang itu, ia menegaskan bahwa pengosongan Gaza bakal memicu pembangunan tempat penginapan.

“Jadi, dia ingin menjadikan Gaza sebagai resort pinggir pantai. Gaza itu pinggir pantai, ingin menjadikan resort pinggir pantai,” jelasnya.

Ulil meminta agar seluruh proposal yang bertujuan untuk merelokasi warga Gaza tidak kembali dibahas. “Merelokasi warga Gaza keluar (dari) Gaza itu sama dengan kekalahan bagi Palestina. Itulah yang diinginkan oleh Netanyahu,” ujarnya.

“Memang misi utama Netanyahu ingin mengosongkan Gaza, kosong dari warga Palestina. Jadi kalau kita ikut merelokasi warga Gaza, ya itu fatal,” imbuhnya.

Baginya, merelokasi warga Gaza ke mana pun itu tidak penting. Ulil mengungkap pesan dari Penasihat Presiden Palestina Dr. Mahmoed Al-Habbash yang berkunjung ke PBNU beberapa waktu lalu, bahwa seluruh warga dunia dapat membantu perjuangan Palestina dengan tetap mendorong dan membantu warga Gaza tetap berada di sana.

Pos terkait