Siswa SD dan SMP di Surabaya kembali masuk sekolah setelah libur Lebaran 2026.
Dinas Pendidikan Kota Surabaya pun mengingatkan pentingnya disiplin, kepedulian antarteman, dan pembatasan penggunaan handphone.
Pemerintah Kota Surabaya memastikan kegiatan belajar mengajar tatap muka untuk siswa SD dan SMP kembali dimulai pada Senin, 30 Maret 2026, setelah libur Hari Raya Idulfitri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, meminta para siswa segera kembali menjalani rutinitas belajar dengan disiplin.
“Liburannya sudah selesai ya. Jadi karena liburnya sudah selesai, harus mulai kembali rutinitasnya. Bangun pagi, itu cukup biasa kita lakukan ya. Terus ke sekolah belajar,” ujar Febri, dikutip Selasa, 31 Maret 2026.
Selain disiplin, Febri juga menekankan pentingnya membangun kepedulian di lingkungan sekolah.
Ia meminta para siswa saling memperhatikan kondisi teman sekelas dan tidak saling menyakiti.
“Jadi harus bisa sayang sama teman, itu yang ibu mau bilang. Bagaimana dengan teman sebelahnya, harus tahu. Bagaimana menyayangi teman sekelasnya, harus tahu,” katanya.
Menurut dia, kepedulian dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Misalnya, menanyakan kabar teman yang tidak masuk sekolah atau terlihat sedang bersedih.
“Temannya gak masuk ditanya kenapa, harus coba untuk cari tahu. Jadi itulah wujud sayang sama teman. Kalau teman sebangkunya tidak masuk, coba ditanya. Kenapa tidak masuk, jadi kalau sayang sama teman, adik-adik semuanya, jangan saling menyakiti,” pesannya.
Tak hanya soal karakter, Febri juga menyoroti penggunaan gadget di kalangan pelajar.
Ia mengimbau siswa mulai membatasi penggunaan handphone karena dinilai menyimpan risiko jika tidak digunakan secara tepat.
“Jadi tolong kurangi handphone-nya, karena semakin lama penggunaan gawai itu banyak hal-hal yang berbahaya kalau tidak bisa tepat menggunakannya,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa ancaman di dunia digital tidak bisa dianggap sepele.
Menurut dia, siswa bisa terpapar berbagai konten berbahaya bila tidak berhati-hati.





