”Iya, nanti di dalam muktamar di Komisi Organisasi, dipilih langsung atau oleh AHWA itu nanti di muktamar,” kata Miftachul di Depok, Minggu pekan lalu. Miftachul menambahkan bahwa persiapan dan musyawarah yang mengedepankan mufakat sangat diperlukan untuk menjawab tantangan abad kedua NU, termasuk perkembangan era digital.
Selain itu, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyebut ada dua opsi yang berkembang dalam mekanisme pemilihan ketua umum. Opsi pertama adalah dipilih langsung oleh peserta muktamar, sedangkan opsi kedua dipilih oleh Rais Aam terpilih. Pada muktamar kali ini, musyawarah AHWA yang beranggotakan sembilan ulama sepuh dijadwalkan berlangsung di Ndalem Kasepuhan KH Abdul Wahab Chasbullah untuk menetapkan Rais Aam.
Ulil menambahkan bahwa kepastian mekanisme pemilihan ketua umum tersebut masih menunggu keputusan pleno persidangan di Jombang nanti. “Muktamar dapat menggunakan metode yang selama ini berlaku atau menetapkan metode baru jika usulan perubahan AD/ART disepakati,” ujarnya.***





