Setelah Molor 3 Tahun, GP Ansor Gelar Kongres di Atas Kapal Dua Minggu Menjelang Pemilu

Mantan Ketua PC Lakpesdam NU Lamongan, Mahrus Ali, juga pernah menyampaikan agar kongres GP Ansor segera digelar, mengingat kongres sudah molor tiga tahun. Mahrus menyayangkan pelaksanaan kongres yang menurut dia seperti sengaja diundur dengan berbagai alasan.

“SK PP telah berakhir sejak November 2020, tapi pelaksanaan kongres mundur hingga 3 tahun, dengan berbagai alasan,” kata Mahrus, yang juga pengurus PW Lesbumi NU Jawa Timur, dikutip dari beritajatim.com, Kamis (14/9/2023).

Bacaan Lainnya

Mahrus menambahkan, PP GP Ansor seharusnya memberikan teladan yang baik bagi PW, PC, PAC dan ranting. “Ansor ini adalah organisasi kaderisasi, seharusnya bisa disiplin, dan memberikan contoh yang baik bagi jajaran di bawahnya,” tandasnya.

Aktivis NU ini bahkan menduga, molornya kongres ini memang sengaja didesain untuk kepentingan politik di Pemilu 2024. Hal itu, menurut dia, terlihat dari manuver Yaqut yang dia nilai terlibat terlalu jauh dalam konstelasi perpolitikan nasional.

“Mundurnya kongres Ansor ini bisa jadi karena kepentingan Pemilu 2024, urusan Capres-Cawapres. Ketua Umum seharusnya fokus saja pada kongres, enggak usah sibuk mencocok-cocokkan pasangan bakal Capres-Cawapres,” jelasnya.

“Kalau begini, Ansor jalan di tempat. Sudah saatnya ada penyegaran organisasi dan perubahan organisasi ke arah yang progresif. Stop manuver politik berlebihan,” pungkasnya.

Sedangkan sesepuh Ansor Gresik, M. Syaiful Arif, menilai molornya Kongres XVI GP Ansor selama hampir 3 tahun ini sengaja dibuat-dibuat. Bahkan, dia menyebut, Ketua Umum Ansor Yaqut Cholil Qoumas hanya sibuk memikirkan kepentingan Pemilu 2024.

“Molornya Kongres Ansor ini seolah disengaja demi kepentingan perorangan saja. Ketua Umum terlalu sering menyeret Ansor ke dunia politik. Seolah aji mumpung menjadi Ketua Umum untuk mengkondisikan jajarannya demi kepentingan Pemilu 2024,” kata Syaiful, Selasa, 19 September 2023.

Syaiful menegaskan, Ansor harus ditempatkan sebagai ormas yang disegani dan dihargai, bukan malah dijadikan sebagai alat politik untuk memenangkan pasangan calon di Pemilu 2024 mendatang.

“GP Ansor ini adalah organisasi kaderisasi dan sosial kepemudaan, bukan organisasi politik. Jangan sampai hanya digunakan sebagai alat untuk meraih kekuasaan, apalagi dikondisikan untuk memenangkan calon tertentu,” tandasnya.❍


FOTO: Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dalam sebuah acara Ansor. (Dok. GP Ansor)

Pos terkait