Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Tanah Suci, Siap Menuju Fase Armuzna

Seluruh jemaah haji asal Indonesia dilaporkan sudah tiba di Makkah dan dijadwalkan segera mengikuti prosesi wukuf di Arafah. | Ilustrasi oleh Sora/Samudra Fakta

“Makanan disiapkan dengan memperhatikan gizi, daya tahan, dan kondisi medan saat puncak ibadah,” jelas Kamaruddin.

Skema Murur dan Tanazul

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menerapkan dua skema pergerakan jemaah sebagai upaya mengurai kepadatan Muzdalifah dan Mina, yaitu Murur dan Tanazul.

Murur adalah pergerakan jemaah dari Arafah dengan bus yang hanya melewati Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan. Mereka langsung melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melakukan lempar jumrah dan mabit.

Bacaan Lainnya

Skema ini akan diterapkan secara selektif, khususnya bagi jemaah lansia, disabilitas, dan yang uzur. Tahun ini diperkirakan sekitar 50.000 jemaah akan mengikuti skema murur.

Sedang tanazul adalah pemulangan lebih awal ke hotel di Makkah setelah selesai lempar jumrah aqabah. Skema ini bertujuan untuk mengurai kepadatan di tenda Mina.

“Sekitar 30.000 jemaah, terutama dari sektor Syisyah dan Raudhah, dijadwalkan mengikuti tanazul. Mereka yang melempar jumrah tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah tidak kembali ke tenda di Mina, tetapi langsung kembali ke hotel masing-masing,” kata Kamaruddin.

Safari Wukuf dan Badal Haji

Bagi jemaah haji yang dalam kondisi sakit dan tidak memungkinkan untuk wukuf secara reguler, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan ambulans untuk layanan safari wukuf. Jemaah akan diberangkatkan ke Arafah menggunakan ambulan dan menetap di Arafah untuk beberapa saat.

Sedangkan bagi jemaah yang wafat sebelum wukuf akan dibadalhajikan oleh petugas resmi yang ditugaskan pemerintah. “Hak mereka untuk berhaji tetap dijamin secara syariat,” ungkapnya.

Layanan Kesehatan di Armuzna
Saat jemaah haji menjalani puncak ibadah haji di Armuzna, Pemerintah telah menyiapkan pos kesehatan di Arafah dan Mina, masing-masing 8 pos. Jemaah dapat mengunjungi pos pos tersebut untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Ada pos kesehatan mobile yang siaga melayani di jalur atas maupun bawah Jamarat. Kami juga menyiapkan 15 unit ambulans yang telah memenuhi standar medis untuk keperluan evakuasi atau rujukan lebih lanjut,” kata Kamaruddin.

Pos terkait