Sejarawan NU Ungkit Sejarah Rangkap Jabatan dan Sentil Kinerja PBNU

Ahmad Baso, Intelektual dan sejarawan NU. (Istimewa) 

​”Namun apa yang terjadi selama lima tahun? Maaf, yang tampak justru kerusakan. Program yang dijalankan lebih banyak berorientasi ke atas, sibuk mencari berbagai akses, termasuk urusan tambang dan kepentingan lainnya. Akibatnya, program-program untuk jamaah nyaris habis sama sekali,” jelasnya.

​Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat pembinaan dan pengembangan organisasi berada pada situasi yang memprihatinkan dan tidak berjalan secara optimal.

​”Oleh karena itu, jangan lagi memilih pemimpin yang telah melanggar amanah organisasi, yang baiatnya sudah batal sejak ia tidak menjalankan mandat tersebut. Ini menjadi catatan bagi kita semua,” tegas Ahmad Baso.***

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan