Toko Buku Gunung Agung pun menjadi toko buku ritel terkemuka di Indonesia yang sediakan pelanggannya berbagai produk buku, alat tulis, kebutuhan sekolah, barang olah raga, alat musik, peralatan kantor dan lainnya.
Toko Buku Gunung Agung pun masuk pasar modal Indonesia pada 1992. Perseroan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Jakarta pada 6 Januari 1992. Saat itu, perseroan menawarkan saham perdana ke publik 1 juta saham dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dan harga penawaran Rp5.000 per saham.
Seiring waktu, perseroan yang selama ini bergerak di bidang perdagangan dan percetakan ekspansi ke bisnis pertambangan batu bara. Perseroan mengakuisisi 99,79 persen saham PT Permata Energy Resources pada 2012. Untuk akuisisi itu, perseroan menggelar penawaran umum terbatas sebanyak 94,86 persen dari modal ditempatkan.
Pada 2013, PT Toko Gunung Agung Tbk berganti nama menjadi PT Permata Prima Sakti Tbk. Perubahan nama tersebut seiring rencana perseroan mengubah bisnis menjadi pertambangan batu bara dari sebelumnya percetakan dan toko buku. Empat tahun kemudian, PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA) pun terdepak dari bursa yang efektif pada 16 November 2017.

Dan pencapaian perusahaan ini terus merosot, hingga akhirnya memutuskan untuk menutup seluruh Toko Buku Gunung Agung pada tahun 2023 ini.





