Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo menyatakan, beberapa sawah di kecamatan yang ada di Ponorogo bisa ditanami tiga hingga empat kali dalam setahun. Stok panganntuk wilayah ini pun dinyatakan aman.
Beberapa kecamatan yang tercatat produktif itu adalah Kecamatan Sukorejo, Babadan, dan Kauman.
“Ini (panen 3 – 4 kali setahun) dapat menutup produktivitas lahan yang hanya dapat dipakai satu atau dua kali masa tanam,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan di Dispertahankan Ponorogo Tri Budi Widodo beberapa waktu lalu.
Menurut Tri Budi, saat ini ada penambahan sekitar 2.000 hektare di Ponorogo, seiring program Pemkab Ponorogo membangun sumur dalam.
Ketersediaan air irigasi itu menjadi alasan kenapa petani bisa menanam padi sebanyak tiga sampai empat kali dalam setahun.
“Beberapa wilayah di Ponorogo yang semula memiliki lahan kritis, sekarang sudah menjadi lahan siap tanam,” tambahnya.
Tri Budi menjelaskan, jika produksi padi di Kabupaten Ponorogo mencapai 5,3 – 6,9 per hektare, artinya dengan jumlah penduduk 977.729 jiwa, maka kebutuhan pangan di Bumi Reog dipastikan aman.
“Hitung-hitungannya adalah luas hektare lahan dikalikan produksi rata-rata, lalu dibagi jumlah penduduk, akan didapat kebutuhan pangan per kapita,” jelasnya.***





