Selain rumah tipe “slim fit” ini, juga dipamerkan varian lain: dua kamar tidur dalam 23,5 meter persegi. Masih imut, tapi sedikit lebih bernafas. Semua dipajang di Plaza Semanggi—seolah menanti penilaian publik: apakah ini solusi perumahan, atau sekadar seni kontemporer?
Tapi satu hal kini jelas: rumah 14 meter persegi belum tentu jadi dibangun. Karena seperti kata Menteri Maruarar, kalau rakyat bilang “tidak”, maka jawabannya tegas: dibatalkan. Selesai.
Mungkin memang begitu cara kerja perumahan zaman sekarang: dibangun di atas opini, dan dibongkar oleh reaksi.***





