Rais Aam PBNU Tegaskan Pemberhentian Gus Yahya Sudah Konstitusional

Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar. - Istimewa
Rais Aam PBNU menilai rekomendasi islah Lirboyo harus tunduk mekanisme organisasi.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftahul Akhyar, menyampaikan sikap resmi atas rekomendasi Musyawarah Kubro di Pesantren Lirboyo yang meminta islah dengan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam tenggat 3×24 jam.

Miftah menyatakan menghormati forum tersebut karena diinisiasi KH Anwar Manshur, Mustasyar PBNU. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan organisasi, termasuk pemberhentian Ketua Umum, harus berjalan sesuai konstitusi Jam’iyah.

“Forum kultural tentu kami hormati. Tetapi, keputusan organisasi harus berjalan sesuai aturan dan mekanisme Jam’iyah,” ujar Kiai Miftahul Akhyar, Selasa (23/12/2025).

Bacaan Lainnya
Pemberhentian Disebut Lewat Tahapan Resmi

Menurut Miftah, pemberhentian Yahya tidak dilakukan secara sepihak. Prosesnya melibatkan tahapan kelembagaan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, termasuk pemanggilan serta tabayun kepada yang bersangkutan.

Ia menilai penyederhanaan proses sebagai “pemberhentian oleh Rais Aam” berpotensi menimbulkan salah tafsir. “Itu bisa dianggap melampaui kewenangan, padahal tidak tepat bila dilihat secara utuh,” katanya.

Syuriyah PBNU, lanjutnya, telah dua kali melakukan tabayun dengan Gus Yahya pada 13 dan 17 November 2025. Dalam pertemuan kedua, Gus Yahya disebut meminta undur diri lebih awal dari waktu yang disediakan.

Rapat Pleno Jadi Dasar Keputusan

Kiai Miftah menegaskan bahwa keputusan pemberhentian merupakan hasil Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025. Rapat tersebut dihadiri 118 peserta dari 214 undangan dan secara bulat menyetujui pemberhentian Gus Yahya.

Rapat itu sekaligus menetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pejabat Ketua Umum PBNU hingga Muktamar ke-35 NU pada 2026.

“Keputusan ini adalah proses kelembagaan sesuai Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Peraturan Perkumpulan NU,” tegas Kiai Miftah.

Respon atas Musyawarah Kubro Lirboyo

Kiai Miftah mengaku sempat mempertimbangkan hadir dalam forum Lirboyo, namun menimbang aspek legalitasnya. Ia juga telah menerima dua utusan Lirboyo yang meminta komunikasi tidak buntu.

Pos terkait