Rahasia Rumah Bolon Meredam Guncangan Gempa

Rumah Bolon bertumpu pada batu dan memakai sambungan kayu saling mengunci, memungkinkan struktur bergerak terbatas serta menyalurkan gaya ketika gempa mengguncang.(AI Generate)

Penelitian itu juga menemukan beban mati menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi deformasi. Namun, sistem sambungan tradisional dinilai tetap mampu menjaga kestabilan struktur ketika berbagai beban bekerja secara bersamaan.

Konstruksi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan Rumah Bolon tidak bertumpu pada satu unsur. Kinerjanya terbentuk melalui hubungan antara material kayu, sistem rangka, sambungan, dan konfigurasi keseluruhan bangunan.

Hasil Simulasi Berbeda

Penelitian lain yang diterbitkan dalam IOP Conference Series: Materials Science and Engineering pada 2020 juga menguji ketahanan Rumah Bolon terhadap gempa.

Bacaan Lainnya

Kajian terhadap Rumah Bolon di Huta Siallagan mencatat periode alami struktur 0,494 detik, gaya geser akibat gempa 28,87 kilonewton, dan perpindahan lantai maksimum 4,01 sentimeter.

Peneliti menyatakan sifat mekanis kayu yang digunakan memenuhi spesifikasi konstruksi kayu dalam SNI 7973:2013. Konsep strukturnya juga dinilai memenuhi ketentuan ketahanan gempa dalam SNI 03-1726-2012.

Perbedaan hasil perpindahan antara penelitian 2020 dan 2025 tidak dapat dibandingkan secara langsung tanpa melihat model bangunan, pembebanan, lokasi penelitian, asumsi sambungan, dan metode simulasi masing-masing.

Kajian 2025 juga belum berarti seluruh Rumah Bolon otomatis aman menghadapi setiap gempa. Kondisi kayu, perubahan bangunan, mutu sambungan, perawatan, serta karakter tanah tetap memengaruhi kinerja struktur di lapangan.

Para peneliti menilai prinsip arsitektur Batak Toba berpotensi menjadi referensi mitigasi gempa berbasis budaya. Penerapannya pada bangunan lain tetap harus disesuaikan dengan lingkungan, kondisi geoteknik, dan standar konstruksi yang berlaku.

“Adaptasi desain menjadi kunci agar strategi ini dapat diterapkan secara kontekstual dan berkelanjutan,” tulis mereka.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan