Ragam Tradisi Bulan Suro Sejumlah Daerah di Indonesia

Ritual mubeng beteng Yogayakarta. (Foto: KR. Jogja)

Di Sumenep, Madura, tradisi menyambut Bulan Muharam diwarnai dengan membuat bubur tajin yang kemudian dibagikan kepada tetangga terdekat. Bulan ini dianggap sebagai bulan nahas dalam pandangan tradisional orang Madura, sehingga mereka menghindari perjalanan jauh pada bulan ini.

Ketika memasuki Bulan Safar, masyarakat Sumenep membuat bubur merah putih yang melambangkan perjuangan Husein bin Ali.

4. Bubur Suro | Garut, Jawa Barat

Bubur Suro, Garut. (Dok. SF)

Hampir setiap rumah di Garut memasak bubur merah dan putih secara terpisah pada tanggal 10 Muharam. Bubur itu bernama bubur suro.

Bacaan Lainnya

Bubur ini kemudian dibawa ke masjid oleh pemimpin adat setempat, di mana jamaah berkumpul untuk mendengarkan pembacaan selawat dan kisah hidup Husein bin Ali sebelum menyantap hidangan tersebut bersama-sama.

5. Bubur Sura | Cirebon, Jawa Barat

Bubur sura, Cirebon. (Dok. SF)

Masyarakat Cirebon mempersiapkan bubur sura, atau disebut juga bubur slabrak, yaitu bubur tepung beras dengan santan yang diisi berbagai bahan makanan. Bubur ini dibagikan kepada tetangga dan kerabat dekat, sebagai simbol keberagaman bahan makanan yang tersedia, sekaligus menandakan hari Asyura yang suci.

6. Tabut Hasan | Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam

Upacara Tabut Hasan merupakan salah satu tradisi yang menonjol di Kampung Keudah, Banda Aceh. Upacara ini merupakan penghormatan terhadap peristiwa Karbala.

Kanji asyura, Banda Aceh. (Dok. SF)

Bubur dimasak, dicampur dengan buah-buahan, dan dibagikan kepada orang yang melewati kampung. Selain itu, masyarakat Aceh juga membuat kanji asyura yang terdiri dari berbagai bahan makanan dan dibagikan kepada masyarakat.

(Yadi)

Pos terkait