Ali Imron mengandalkan kelapa untuk menelan makanan sejak usia tiga tahun.
Bagi sebagian orang, kelapa mungkin hanya pelengkap sayur atau campuran jajanan tradisional. Namun bagi Ali Imron, pria 54 tahun asal Jombang, Jawa Timur, kelapa adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya.
Tanpa kelapa, Ali Imron mengaku tidak mampu menelan makanan, bahkan sepiring nasi hangat sekalipun.
Kebiasaan itu bukan baru berlangsung beberapa tahun. Ia sudah menjalaninya sejak usia tiga tahun dan terus bertahan hingga kini.
Pria yang sehari-hari bekerja serabutan dan sesekali mangkal sebagai tukang ojek di wilayah Kota Jombang itu menggantungkan setiap suapan makan pada buah kelapa.
“Kalau tidak ada kelapa, makanan rasanya tidak bisa masuk,” ujar ayah dua anak itu, seperti dikutip Sabtu (16/5/2026).
Di usianya yang tak lagi muda, Imron masih mengingat bagaimana dirinya pernah mencoba makan tanpa kelapa. Usaha itu selalu berakhir sama, makanan sulit ditelan. Sejak saat itu, ia tak pernah benar-benar lepas dari kebiasaan makan kelapa. Ia menganggapnya sebagai sumber tenaga utama.
Bahkan, Imron mengaku mampu bertahan tanpa nasi selama berminggu-minggu asalkan masih ada stok kelapa di rumah.
“Asalkan ada stok kelapa di rumah saya bisa makan tanpa nasi berminggu-minggu,” imbuhnya.
Meski terdengar tidak biasa, kebiasaan itu justru tidak membuat kondisi kesehatan Imron menurun. Selama puluhan tahun menjalani pola makan tersebut, ia mengaku jarang mengalami sakit serius.
“Kalau badan terasa kurang enak atau masuk angin, biasanya makan kelapa saja sudah enakan,” tukasnya.
Sang istri, Lestari (52), sudah memahami benar kebutuhan suaminya. Kelapa menjadi salah satu bahan yang wajib tersedia setiap hari.
Menurutnya, Imron biasanya menghabiskan sekitar setengah buah kelapa per hari. Cara makannya pun sederhana. Terkadang kelapa diparut halus lalu dicampur lauk, namun sesekali langsung digigit bersamaan dengan nasi.
Menariknya, kebiasaan itu tidak menurun kepada anak maupun cucu mereka. Tidak ada satu pun anggota keluarga yang memiliki pola makan serupa. ***





