Presidium MLB NU Klaim Siapkan 9 Nama Calon Ketua Umum PBNU, Muktamar Digelar Januari 2025

Koordinator Presidium MLB NU Abdussalam Sohib ketika membuka FGD secara daring di JW Marriott Surabaya, Selasa, 17 Desember 2024. (Dok. Tim MLB NU)
Presidium Penyelamatan Organisasi dan Panitia Kongres Luar Biasa Nahdlatul Ulama (PO & MLB NU) menjagokan beberapa nama calon Ketua Pengurus Besar NU (PBNU) yang baru akan diusulkan dalam MLB.

Menurut Ketua PO & MLB NU KH Abdusallam Shohib alias Gus Salam, nama-nama tersebut merupakan hasil pembahasan pelaksanaan Pra-MLB NU yang digelar di Surabaya dan Jombang, 17-21 Desember 2024.

Dari daftar nama tersebut, dua tokoh yang berasal dari internal PBNU, tiga tokoh dari Ketum PWNU, dan tiga tokoh lagi yang berasal dari kader non-struktural NU.

Setidaknya ada sembilan nama yang diajukan menjadi kandidat calon Ketua Umum PBNU—sesuai hasil kajian dari kelompok Penyelamat Organisasi dan MLB NU. Ada nama KH. ZM dan KH. Raz dari unsur PBNU saat ini. Selain itu, ada juga nama-nama dari jajaran Ketua PWNU, yaitu KH AGR, KH. JM dan KH AHM. Pun ada juga dari kader NU nonstruktural, yaitu KH. AAK, KH MM, dan KH YC.

Bacaan Lainnya

Selain nama calon Ketum, menurut Gus Salam, peserta Pra-MLB juga telah mengusulkan nama yang bakal menjadi anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Ada 21 calon, terdiri dari sembilan kiai yang menjadi AHWA pada KTT Lampung ke-34, dan 12 nama baru yang diajukan.

“AHWA yang diusulkan adalah AHWA Masyaikh pada KTT NU ke-34 di Lampung, dikurangi Rais Aam saat ini, ditambah beberapa masyaikh yang memenuhi kriteria AHWA dalam NU ART, khususnya ‘Allamah, bermartabat dan berakhlak mulia Sohibul Maqom,” kata Gus Salam.

Menurut rencana, MLB NU bakal dilangsungkan paling lambat bulan Januari 2025, bertepatan dengan Harlah NU berdasarkan penanggalan Hijriah dan Masehi, serta paling lambat pada bulan Syawal 1446 Hijriah.

Ada lima daerah yang diusulkan menjadi venue MLB, yaitu Surabaya, Bangkalan, Jombang, Semarang, Cirebon, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Soal agenda MLB ini, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf pernah mengatakan jika tidak ada satupun pengurus wilayah yang mendukungnya.

”MLB itu yang melaksanakan siapa? Aspirasinya siapa? Pengurus Wilayah seluruh Indonesia jelas tidak mau karena tidak ingin diganggu,” kata Yahya, Ahad, 22 Desember 2024.

Sedangkan Wakil Rais Aam PBNU Anwar Iskandar mengatakan, agenda pra MLB NU di Surabaya tidak absah karena tidak memenuhi syarat.

“Seratus persen dari cabang dan pengurus wilayah seluruh Indonesia menyatakan menolak adanya Muktamar Luar Biasa,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Desember 2024.*

Pos terkait