Presidential Club, Gagasan Kumpul Mantan Presiden ala Prabowo: Mendapat Apresiasi Positif, Akankah Terealisasi?   

Presiden terpilih Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan Presidential Club, yang anggotanya adalah mantan-mantan Presiden RI. FOTO: Istimewa

Joko Widodo (Jokowi)

Joko Widodo atau Jokowi adalah Presiden ke-7 Indonesia yang menjabat selama dua periode, 2014-2019 dan 2019-2024. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wali Kota Surakarta (Solo) pada 2005-2012, dan Gubernur DKI Jakarta pada 2012—sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2014.

Hubungan pria berusia 62 tahun dengan Prabowo cukup dinamis. Walaupun sempat menjadi rival dua kali berturut-turut dalam Pilpres 2014 dan 2019, hubungan keduanya membaik sejak Prabowo ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju (KIM) pemerintahan Jokowi.

Bacaan Lainnya
Presiden ketujuh RI, Joko Widodo atau Jokowi.

Saat ini Prabowo terpilih menjadi Presiden untuk periode selanjutnya bersama putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang—kemenangan yang diwarnai melalui banyak kontroversi sejak tahap pencalonan hingga penetapan kemenangannya.

Mendapat Apresiasi Positif

Presiden Jokowi menyambut baik rencana Prabowo untuk membentuk klub para Presiden RI atau presidential club. Jika terealisasi, menurut Jokowi, kegiatan silaturahmi ini dapat sering dilakukan. 

“Bagus. Bagus, bagus. Dua hari sekali (silaturahmi), ya enggak apa-apa,” kata Jokowi, saat memberikan keterangan pers di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2024).

Pihak istana juga merespons rencana Prabowo tersebut. Menurut perwakilan mereka, penting bagi presiden dari masa ke masa untuk silaturahmi, meski tidak dibentuk klub.

“Ada atau tidak Presidential Club, presiden dan semua mantan presiden sangat penting untuk bersilaturahmi,” kata Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana kepada wartawan, Jumat (3/5/2024).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman menyebut ide Prabowo soal Presidential Club sebagai sesuatu yang sangat positif.

“Pak Jokowi, Pak SBY, Ibu Megawati, saya pikir itu pemimpin besar yang masing-masing punya capaian-capaian yang besar. Kita berharap memang hal tersebut bisa benar-benar terwujud,” kata Habiburokhman, Sabtu (4/5/2024).

Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Herman Khaeron, juga merespons positif wacana Presidential Club yang rencananya akan dibentuk presiden terpilih Prabowo Subianto.

Menurut Anggota Komisi VI DPR tersebut, tugas Presiden, selain kepala pemerintahan juga sebagai kepala negara. Oleh karenanya, peran tersebut harus menjadi perekat seluruh instrumen bangsa, seluruh rakyat, termasuk seluruh presiden-presiden sebelumnya.

“Gagasan Pak Prabowo membentuk Presidential Club adalah politik tingkat tinggi,” ujar pria yang kerap disapa Kang Hero itu, Sabtu, 4 Mei 2024.

Menurut Hero, gagasan tersebut bisa menghilangkan sekat-sekat perbedaan dan menyatukan kesamaan. “Bahkan melepaskan kepentingan pribadi dan golongan demi mencapai tujuan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Di sisi lain, politisi PDIP Masinton Pasaribu mengaku belum mendapat informasi rinci tentang konsep Presidential Club yang direncanakan oleh Prabowo Subianto.  Namun demikian, “Tentu Ibu Megawati dengan Pak Prabowo ya tak ada hambatan untuk melakukan komunikasi di antara beliau berdua,” ujarnya.

Jika melihat berbagai respons positif tersebut, akankah gagasan Prabowo ini bakal terealisasi?◼︎

Pos terkait