“Dengan kejadian terlukanya tentara Indonesia mulai saat ini hingga ke depan, opsi untuk melakukan pendekatan apapun dengan Israel tidak perlu lagi dijadikan pilihan,” katanya.
Ryantori menilai jika serangan ini menunjukkan bahwa Israel tidak ingin Lebanon tetap stabil dengan adanya dukungan dari pihak multilateral, seperti UNIFIL.
“Lebanon merupakan salah satu negara Arab yang memiliki kantong-kantong pengungsi Palestina dalam jumlah cukup besar, yang menjadi salah satu pemicu konflik Israel-Lebanon,” ujar dia.
Evakuasi Terus Dilakukan
Pemerintah Indonesia sendiri untuk keenam kalinya mengevakuasi warga negara Indonesia yang terdampak konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk 14 WNI dievakuasi dari Lebanon dan tiba dengan selamat di Tanah Air pada Kamis (10/10/2024).
“Evakuasi gelombang keenam tersebut dilakukan melalui jalur udara dengan rute penerbangan dari Beirut menuju Jakarta dengan titik transit di Jeddah (Arab Saudi) dan Dubai (Uni Emirat Arab),” demikian penjelasan Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan tertulisnya.

Dengan demikian, total jumlah warga yang berhasil dievakuasi dari Lebanon oleh Pemerintah Indonesia adalah 79 warga WNI dan satu warga asing. Sedangkan warga Indonesia yang masih berada di Lebanon saat ini, menurut data Kemenlu, masih ada 85 orang.*





