Museum ini menyimpan sejumlah koleksi: pakaian dan tas peninggalan Marsinah, kliping koran asli yang merekam peristiwa pembunuhan tahun 1993, serta dokumen proses pengadilannya.
Isi museum terbagi dalam beberapa segmen — mulai dari biografi, diorama kondisi buruh era 1990, perjuangan solidaritas, tragedi Mei 1993, hingga miniatur momen penganugerahan gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025.
7.000 Buruh Hadiri Peresmian
Acara dihadiri sekitar 7.000 buruh dari Surabaya, Nganjuk, Mojokerto, dan Jombang.
Turut hadir Sekjen Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) Shoya Yoshida, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta pimpinan MPR dan DPD RI.
Museum baru akan dibuka untuk masyarakat umum tujuh hari setelah diresmikan — tanpa biaya masuk. Rumah singgah di kompleks yang sama juga tersedia bagi para peziarah.
Marsinah dikenal sebagai ikon perjuangan hak-hak pekerja Indonesia. Ia gugur pada Mei 1993 setelah memimpin aksi buruh di Sidoarjo. Kini namanya abadi sebagai pahlawan bangsa.***





