Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan Presiden Prabowo Subianto bakal mengevaluasi proyek strategis nasional atau PSN yang kurang berguna untuk masyarakat.
“Pak Prabowo akan melakukan hal-hal kecil untuk rakyat, untuk kemudian bagaimana supaya mengevaluasi yang namanya proyek-proyek strategis nasional yang kurang berguna untuk masyarakat,” kata Dasco, saat menjadi pembicara kunci di acara diskusi publik yang diselenggarakan Sabang-Merauke Circle dan SPSI di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa 7 Januari 2025.
Menurut Dasco, kebijakan evaluasi PSN bakal membuat sejumlah pihak kurang senang, tetapi Presiden Prabowo tetap bertekad melakukan itu, apa pun risikonya. Namun Dasco belum membeberkan PSN seperti apa yang bakal dievaluasi Prabowo.
Sebagai informasi, Mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi mewariskan 43 proyek strategis nasional (PSN) yang nilainya ditaksir mencapai Rp1.427,36 triliun ke pemerintahan Prabowo Subianto. Beberapa PSN diketahui membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sehingga berpotensi pada lamanya penyelesaian proyek tersebut. Bahkan, ada juga potensi mangkrak lantaran kesulitan anggaran dan investor.
Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), 43 PSN yang tak rampung pada 2024 itu terdiri dari 32 PSN jalan tol, 5 bendungan, 2 daerah irigasi, dan 1 pengerjaan air baku. Ada pula 1 proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), 1 proyek sanitasi, serta 1 proyek kawasan industri.
Dasco juga menyampaikan jika Presiden Prabowo akan melakukan beberapa upaya untuk menyelamatkan kondisi perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan melakukan efisiensi anggaran kementerian dan lembaga.
Ketua DPP Partai Gerindra itu memastikan, salah satu anggaran yang akan diefisienkan adalah dana puluhan triliun untuk keperluan belanja alat tulis kantor (ATK) di kementerian dan lembaga.
“Ada keperluan ATK untuk seluruh kementerian lembaga ini jumlahnya Rp44,4 Triliun. Hanya belanja ATK. Nah, kalau seperti ini, hal-hal kecil ini yang coba dilakukan Pak Prabowo, melakukan efisiensi di kementerian lembaga,” tegasnya.***





