Penggunaan sedotan juga dapat membantu mengurangi kontak minuman berwarna dengan permukaan gigi. Namun, langkah tersebut tetap harus disertai menyikat gigi secara tepat dan pemeriksaan berkala.
“Kalau kebiasaan tersebut tidak bisa dikurangi, pastikan untuk selalu membilas atau berkumur menggunakan air mineral setelahnya,” kata Zahrah.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menilai kualitas pasta gigi hanya dari banyaknya busa. Produk perlu dipilih berdasarkan fungsi, kandungan bahan aktif, dan bukti pengujian.
“Pastikan tidak hanya menggunakan pasta gigi yang hanya memiliki busa banyak, tapi nyatanya tidak dapat mengangkat noda atau stain,” ujarnya.
Kesadaran terhadap kandungan produk perawatan gigi kini meningkat seiring berkembangnya tren perawatan diri berbasis bahan aktif. Konsumen mulai memperlakukan rongga mulut sebagai bagian penting dari kesehatan dan penampilan.
Meski demikian, perawatan mandiri memiliki batas. Noda yang menetap, gigi sensitif, karies, maupun gangguan gusi tetap memerlukan pemeriksaan tenaga medis.
“Apabila setelah rutin melakukan perawatan mandiri keluhan atau masalahnya tidak selesai, langkah yang harus diambil adalah menemui dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut,” kata Zahrah.***





