Tiga Dampak Mengerikan bagi Dunia
Di sisi lain, bara api konflik Timur Tengah ini mengancam stabilitas global. Pengamat Hubungan Internasional dan Terorisme dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Robi Sugara, mencium tiga dampak mengerikan jika perang ini gagal diredam.
Dampak pertama menyangkut ancaman nyawa bagi warga di negara-negara Teluk. “Sebab kemungkinan besar terkena rudal nyasar, dan juga terkena serangan Iran yang menyasar kedutaan Amerika dan pangkalan militernya. Ini tentu akan memakan korban jiwa yang tidak sedikit,” tegas Robi.
Dampak kedua langsung menyasar urusan perut dan stabilitas ekonomi global. Apabila ketegangan ini memicu blokade di Selat Hormuz, pasokan minyak dunia akan lumpuh. Robi mengingatkan bahwa kondisi ini akan memicu lonjakan harga barang akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Terakhir, krisis politik internasional akan melebar. AS kemungkinan besar akan menyeret sekutu Eropanya untuk menekan Iran. Menariknya, Robi melihat efek domino dari manuver politik AS ini bisa sampai ke meja Presiden RI, Prabowo Subianto.
Mengingat tingginya solidaritas netizen Indonesia terhadap Iran, kedekatan Presiden Prabowo dengan Donald Trump berpotensi memicu masalah baru di dalam negeri. “Jadi Prabowo terkena rembesan sentimen negatif dari Trump,” pungkas Robi.
Konflik antara Israel-AS melawan Iran bukan sekadar adu kekuatan militer, melainkan bom waktu yang mengancam ekonomi dan geopolitik dunia. Tanpa kehadiran pihak ketiga yang berani tampil sebagai mediator objektif, dunia harus bersiap menghadapi krisis energi yang meluas dan ketidakstabilan politik yang merembet ke berbagai negara, termasuk Indonesia.***





