Data dari Dinsos Surabaya mencatat bahwa pada bulan Juni 2024, ambulans Dinas Sosial telah melayani 142 kali antar jemput jenazah dan 1.065 kali antar jemput pasien. Layanan pasien kontrol dan terapi ke rumah sakit ini dilakukan dalam dua shift, dengan rata-rata 3 hingga 4 kali dalam sebulan.
Anna berharap, program 1 kelurahan 1 ambulans ini dapat mempercepat dan mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit atau Fasyankes.
“Pak Wali Kota Eri selalu menekankan pentingnya gotong royong, pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Jadi ini adalah hasil gotong royong masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.*





