Pemkot Surabaya Luncurkan Ambulans Gratis di Setiap Kelurahan, Warga Bebas Antar Jemput Berobat!

Ambulans milik Dinsos Kota Surabaya yang disiapkan untuk melayani warga. Foto:DOk
SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan program pelayanan 1 kelurahan 1 ambulans untuk memfasilitasi antar-jemput pasien secara gratis. Inisiatif ini bertujuan mempercepat dan mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat di rumah sakit atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajrihatin, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan inventarisasi terhadap seluruh ambulans swadaya milik masyarakat untuk mendukung program ini.

“Kami sedang melakukan inventarisasi jumlah ambulans yang dimiliki masyarakat. Insyaallah, kami juga akan memberikan bantuan berupa bahan bakar minyak (BBM). Namun, pastikan bahwa ambulans tersebut digunakan untuk melayani antar jemput warga secara gratis,” ujar Anna, Rabu (17/7).

Anna menjelaskan bahwa ambulans milik pemkot dan swadaya masyarakat akan diintegrasikan dengan layanan Command Center (CC) 112. Melalui layanan 112, ambulans akan diarahkan sesuai dengan permintaan warga di setiap kelurahan yang membutuhkan.

Bacaan Lainnya

“Sistem ini akan mempermudah koordinasi tugas ambulans antar kelurahan. Kami hanya perlu memperbaiki sistem agar terpusat melalui CC 112. Insyaallah pada 22 Juli 2024, layanan ini akan diluncurkan oleh Pak Wali Kota Eri Cahyadi,” jelasnya.

Selama ini, menurut Anna, layanan ambulans dari Dinsos dan Dinas Kesehatan telah saling mendukung dalam melayani warga. Dengan sistem terpusat nanti, diharapkan layanan antar jemput pasien menjadi lebih efisien dan tepat waktu.

“Program ini penting agar tidak ada warga yang harus menunggu terlalu lama. Penjemputan setelah selesai berobat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya dapat segera dilakukan,” terang Anna.

Anna juga menjabarkan jumlah layanan ambulans yang disediakan oleh swadaya masyarakat dan pemerintah kota per tanggal 10 Juli 2024. Jumlah tersebut terdiri dari 93 unit ambulans swadaya masyarakat, 56 dari Dinsos, dan 97 dari Dinkes Surabaya.

“Sebanyak 153 kelurahan di Surabaya sudah memiliki ambulans. Artinya, setiap kelurahan telah terpenuhi kebutuhan ambulansnya, tinggal menyempurnakan sistem integrasi,” kata Anna.

Data dari Dinsos Surabaya mencatat bahwa pada bulan Juni 2024, ambulans Dinas Sosial telah melayani 142 kali antar jemput jenazah dan 1.065 kali antar jemput pasien. Layanan pasien kontrol dan terapi ke rumah sakit ini dilakukan dalam dua shift, dengan rata-rata 3 hingga 4 kali dalam sebulan.

Anna berharap, program 1 kelurahan 1 ambulans ini dapat mempercepat dan mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit atau Fasyankes.

“Pak Wali Kota Eri selalu menekankan pentingnya gotong royong, pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Jadi ini adalah hasil gotong royong masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.*

Pos terkait