Pemkot Surabaya Kirim Damkar Bantu Padamkan Kebakaran di Kawasan Bromo

Personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS). (Dinkominfo Surabaya)

Ia menyebutkan, operasi udara dilakukan berulang kali untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Sementara tim gabungan di darat melakukan pemadaman pada titik-titik yang masih dapat dijangkau.

Dalam operasi tersebut, personel DPKP Surabaya juga menggunakan AFT Backpack (Advanced Firefighting Technology), yakni alat pemadam api portabel berbentuk ransel yang dapat dipanggul dan dilengkapi sistem bertekanan tinggi. Peralatan ini dinilai efektif untuk membantu memadamkan titik api di medan yang sulit dijangkau.

“Kami membawa dua unit alat pemadam yang bisa dipanggul. Kapasitasnya sekitar 10 liter dan bertekanan tinggi, sehingga sangat membantu ketika ada titik api yang padat dan harus segera dipadamkan,” katanya.

Bacaan Lainnya

Selain DPKP Surabaya, penanganan karhutla melibatkan BPBD Jawa Timur, pemadam kebakaran dari sejumlah daerah, Manggala Agni, BPBD setempat, serta para relawan.

Laksita Rini mengatakan, keterlibatan Surabaya dalam operasi tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah untuk mendukung penanganan bencana yang berdampak luas.

“Ini sudah menjadi perhatian bersama, bukan hanya daerah tertentu. Mungkin dari provinsi melihat kecekatan teman-teman Damkar Surabaya sehingga kami diminta untuk membantu bersama tim dari daerah lain,” tuturnya.

Ia menambahkan, selama operasi berlangsung, tim sempat menghadapi kendala kendaraan terperosok di lautan pasir. Kondisi pasir yang semakin sulit dilalui pada siang hari membuat mobilisasi kendaraan menjadi lebih menantang.

“Alhamdulillah, semua personel selamat dan sehat. Memang saat pertama datang, mobil sempat terperosok karena medan lautan pasir. Kalau pagi mungkin masih bisa dilalui, tetapi siang hari pasirnya lebih sulit untuk dilewati,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu personel rescue DPKP Surabaya, Ilham, mengatakan tim gabungan telah melakukan pemadaman di sejumlah titik, termasuk Blok Tepelan, Watu Tulis, hingga Resort Ranu Pane.

Setelah tugas pemadaman selesai, lima personel DPKP Surabaya kembali ke Surabaya pada Selasa (11/8/2026). Seluruh personel dilaporkan dalam kondisi sehat dan telah kembali menjalankan aktivitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan