“Kita kasih ke orang tuanya. Karena tidak bisa pemerintah melakukan sendiri. Perubahan budaya itu dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Langkah ini adalah bagian dari gerakan jangka panjang untuk menanamkan nilai dan karakter sejak dini. Pemerintah Kota Surabaya juga akan menggandeng LSM, komunitas, serta tokoh agama agar proses pembinaan ini berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.
“Bukan untuk hari ini selesai. Tapi bagaimana kita semua melibatkan LSM, komunitas, tokoh agama, untuk mengubah ini sejak dini,” kata Eri.
Di akhir keterangannya, Eri mengajak para orang tua agar terlibat aktif dalam membentuk kehidupan anak-anak mereka. Ia berharap, anak-anak Surabaya tumbuh menjadi generasi dengan mental kuat, akhlak baik, dan masa depan cerah.
“Kalau anak-anak kita punya pandangan hidup yang baik, akhlaknya bagus, mentalnya kuat, itu yang akan membentuk masa depan Surabaya,” pungkasnya.***





