Pemkot Surabaya mengintegrasikan rekam medis elektronik dari puskesmas dan rumah sakit ke sistem digital terpadu. Wali Kota menargetkan pencegahan penyakit bisa dipantau hingga tingkat wilayah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan integrasi “Satu Data Satu Peta” berbasis rekam medis elektronik untuk memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Program ini melibatkan puskesmas hingga rumah sakit dengan dukungan sistem digital terintegrasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Dani akuel Messakh, menjelaskan bahwa pengumpulan data dilakukan secara masif melalui 63 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya.
“Dinas Kesehatan melalui 63 Puskesmas berjalan bersama. Kita turun ke seluruh wilayah kerja di Kota Surabaya dari Puskesmas untuk mengambil data,” kata Billy, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, data yang dihimpun mencakup kebutuhan dasar kesehatan warga dan langsung diinput melalui aplikasi digital yang baru dikembangkan. “Nah, aplikasi kita yang baru dibuat untuk merekam data pengambilan itu langsung dimasukkan lewat digital,” jelasnya.
Menurutnya, program tersebut dijalankan melalui skema Home Visit yang akan diintegrasikan dengan Kader Surabaya Hebat (KSH). “Nama programnya kita Home Visit. Nanti akan kita gandengkan juga dengan punyanya KSH (Kader Surabaya Hebat),” ujarnya.
Seluruh data dari puskesmas akan dihimpun dalam sistem pusat milik Dinkes Surabaya untuk divalidasi dan dianalisis sebelum ditampilkan dalam dashboard. “Dari 63 puskesmas akan bergabung di warehouse-nya Dinas Kesehatan untuk divalidasi, dievaluasi, dan dari sini akan keluar dashboard kita,” jelas Billy.
Integrasi ini juga mencakup rekam medis elektronik dari rumah sakit milik Pemkot Surabaya. Saat ini, data yang tersedia masih berasal dari tiga rumah sakit, yakni RSUD Bhakti Dharma Husada, RSUD dr Mohamad Soewandhie, dan RSUD Eka Candrarini.
“Dan ini juga untuk Satu Data Satu Peta Kota Surabaya yang akan kita lengkapi. Sehingga kita punya rekam medik elektronik yang ada di tiga rumah sakit Kota Surabaya,” kata dia.





