Pemkot Surabaya Bangun ‘Satu Data Satu Peta’ untuk Pantau Kesehatan Warga

Data Rekam Medis
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. DISKOMINFO SURABAYA

“Jadi semua yang datang berobat di masing-masing rumah sakit itu kita kasih label. (misal pasien) hipertensi ini, kencing manis ini, sehingga waktu kita klik untuk mencari (data pasien) kita bisa lihat, oh ini kencing manis ada (wilayah) tersebar di mana. Itu output yang kita dapatkan,” imbuhnya.

Selain itu, Billy menyebut, hasil pemetaan juga akan dimanfaatkan untuk kepentingan riset akademik guna menghasilkan solusi kesehatan yang lebih tepat sasaran.

“Sehingga kita menemukan solusi yang betul-betul akurat dari satu penelitian yang benar dan punya tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, meminta agar sistem rekam medis elektronik tidak hanya digunakan oleh Dinas Kesehatan, tetapi juga melibatkan seluruh rumah sakit di Kota Pahlawan.

“Nanti semua direktur rumah sakit dikumpulkan, bentuk sebuah komunitas dokter atau rumah sakit. Nanti semua itu rekam medisnya muncul di situ,” ujar Eri.

Menurutnya, integrasi tersebut penting untuk memetakan penyakit secara detail hingga tingkat wilayah. “Jadi kita bisa memetakan. (Wilayah) ini sakit apa, wilayah yang sakit kencing manis di mana, wilayah sakit jantung di mana,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya sistem rekam medis untuk memastikan pasien tetap terpantau, terutama bagi warga kurang mampu. “Kalau ternyata dia tidak kontrol pada hari itu, maka tugas kami sebagai pemerintah turun ke rumahnya, kasih obat. Ya ini kenapa kami membutuhkan yang namanya rekam medis,” katanya.

Eri menegaskan bahwa pemanfaatan data rekam medis tetap berada dalam koridor kerahasiaan dan hanya digunakan untuk kepentingan layanan kesehatan.

“Rekam medis sifatnya rahasia, iya rahasia. Kalau disampaikan ke publik, itu yang salah, tapi kalau rekam medis itu masuk dalam koridor rumah sakit-rumah sakit, yang digunakan untuk pencegahan kesehatan itu diperbolehkan,” tegasnya.

Dengan sistem ini, ri menargetkan upaya pencegahan penyakit melalui pemantauan berbasis data dapat dilakukan dengan lebih akurat. “Karena bagaimanapun pencegahan itu lebih bagus daripada ketika kita sakit,” pungkasnya. ***

Pos terkait