Parkir Tunjungan Romansa Kini Pakai Portal Otomatis dan Pembayaran Nontunai

Parkir Tunjungan Romansa
Kepala Dishub Kota Surabaya Tri Wahyu Bowo. (Dinkominfo Surabaya)

“Ada warga di Tanjung Anom ini sejumlah 500, nantinya kami akan berikan id card (kartu). Ini hanya sementara, nantinya kita akan bentuk lagi menjadi RFID (radio frequency identification) nanti ada informasi kendaraan yang dimiliki warga. Jadi nanti kalau warga Tanjung Anom keluar masuk silahkan tunjukkan ini (id card) supaya gratis,” paparnya.

Selain itu, lanjut Trio, karena kawasan ini terdapat sekolah yakni SMP Negeri 4 Surabaya, bagi pengantar tidak dikenakan tarif parkir, asalkan tidak lebih dari 15 menit. “Mengantar anak sekolah kami batasi 15-30 menit, kalau ditunggu lebih dari satu jam ya mohon maaf pasti akan terkena (tarif). Makanya kami seringkali sosialisasikan kepada pengantara atau wali murid untuk menjemput ontime,” jelasnya.

Bukan itu saja, di kawasan ini juga terdapat gereja. Menurutnya, jika tujuannya untuk ibadah Dishub tidak menerapkan tarif parkir. Sedangkan untuk ojek online, taksi online, dan taksi tidak dikenakan retribusi parkir asalkan tidak melebihi waktu 10 menit. “Sudah sosialisasi juga dengan warga, mereka tidak keberatan. Begitu juga dengan (jemaat) yang di gereja juga, kalau itu bersifat ibadah silahkan, kami akan berlakukan free,” sebutnya.

Bacaan Lainnya

Di lokasi ini, Dishub masih menerapkan tarif parkir Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat. Menurut dia, tarif ini hanya bersifat sementara dan akan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ke depannya. Karena berdasarkan Perda tersebut, kawasan ini masuk dalam kawasan wisata sehingga akan ada perbedaan tarif parkir.

“Nantinya Perda 7 Tahun 2023 ini sebagai dasar, kami akan menerapkan retribusi parkir roda dua sebesar Rp5.000, roda empatnya sebesar Rp10.000. Karena Jalan Tunjungan ini merupakan tempat wisata yang banyak dikenal sebagai Tunjungan Romansa. Tapi kami akan melakukan sosialisasi dulu kepada pemilik-pemilik tenan di toko-toko ini,” ujarnya.

Penerapan parkir kawasan wisata ini merupakan pilot project Pemkot Surabaya. Selanjutnya, pemkot akan menerapkan parkir kawasan wisata di titik lainnya. “Ini adalah pilot project dan percontohan yang akan menjadi panduan kami dalam penanganan parkir supaya semuanya itu tertangani tertib administrasi serta pemakaian atau pembayaran non tunainya bisa terwujud. Berikutnya mungkin di kawasan Taman Bungkul,” pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan