Parah, Kadung Dipenjara Puluhan Tahun, Orang-Orang Ini Ternyata Terbukti Tak Bersalah!

Ilustasi.

Dituduh Memperkosa, Namun Terbukti Tak Bersalah 31 Tahun Kemudian (2012)

Kisah Kirk Odom tak kalah mengenaskan. Dia dinyatakan bersalah atas tuduhan memerkosa dan merampok seorang perempuan di apartemen Capitol Hill pada 1981, saat dia masih berusia 18 tahun. Karena itulah dia harus mendekam di balik jeruji besi hingga 2003—atau menjalani hukuman penjara selama 22 tahun.

Bacaan Lainnya

Namun, kendati sudah bebas, stigma bahwa Odom adalah pemerkosa dan perampok masih melekat padanya. Hingga akhirnya dia baru dinyatakan tidak bersalah pada 2012, atau sembilan tahun setelah bebas dari penjara, ketika tes DNA menunjukkan bahwa dia bukanlah pelaku pemerkosaan tersebut.

Selama dipenjara karena perbuatan yang tak pernah dilakukannya itu, Odom harus menanggung penderitaan yang luar biasa. Dia diperkosa di dalam penjara hingga tertular virus HIV.

Ketidakadilan yang menimpa Odom tersebut terbayar ketika hakim di Washington, Amerika Serikat, menyatakan bahwa pemerintah harus membayar USD9,2 juta, atau lebih dari Rp120 miliar sesuai kurs pada tahun 2015, kepada Odom sebagai ganti rugi.

“Odom menghabiskan waktu lebih dari 22 tahun, yang seharusnya menjadi waktu utama dalam kehidupan dewasanya, di balik jeruji besi untuk kejahatan yang tidak ia lakukan,” tulis Hakim Pengadilan Tinggi Washington, Neal E. Kravitz, dalam pernyataan resminya.

Merujuk pada hukum di Washington, tahanan memiliki waktu enam bulan untuk melayangkan tuntutan ganti rugi atas kerusakan fisik, emosi, dan waktu yang dialami selama dipenjara.

Selain menanggung malu, Odom juga harus mengalami setumpuk penderitaan, baik itu fisik maupun psikis.

_____

Perjalanan orang-orang itu untuk mendapatkan kembali kebebasan dan membersihkan nama mereka tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi sistem peradilan yang rumit, biaya pengacara yang mahal, dan stigma negatif dari masyarakat. Namun, banyak dari mereka pantang menyerah dan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan.

Ilustasi.

Dukungan keluarga, bantuan organisasi advokasi, dan kemajuan teknologi seperti tes DNA seringkali menjadi harapan bagi mereka. Setiap kisah pembebasan orang tak bersalah menjadi sebuah kemenangan, walaupun tidak bisa menghapus sepenuhnya penderitaan yang telah mereka alami.

Pos terkait