Parah, Kadung Dipenjara Puluhan Tahun, Orang-Orang Ini Ternyata Terbukti Tak Bersalah!

Ilustasi.

37 Tahun Dipenjara atas Kesalahan yang Tak Dilakukannya (2020)

Walter Forbes, pria dari Michigan, Amerika Serikat (AS), dibebaskan setelah hampir 40 tahun dipenjara. Dia bebas karena saksi kunci dalam kasusnya mengakui telah berbohong dalam memberikan keterangan.

Bacaan Lainnya

Melansir USA Today, pada tahun 1982 Forbes hanyalah seorang mahasiswa reguler di Michigan’s Community College. Dia bermimpi menjadi pengembang real estate setelah lulus kuliah. Namun, mimpinya harus tertunda cukup lama setelah dia terlibat dalam suatu perselisihan di bar pada suatu malam tanggal 10 Juli 1982. Peristiwa tersebut menjerumuskannya ke penjara selama hampir 40 tahun.

Di bar itu Forbes bertengkar dengan seorang pria bernama Dennis Hall. Keributan rupanya berbuntut panjang. Keesokan harinya setelah keributan, pada 11 Juli 1982, Hall menembak Forbes.

Namun, perselisihan itu tak hanya ‘menghadiahkan’ luka tembak kepada Forbes, melainkan juga hukuman penjara. Sehari setelah menembak Forbes, Dennis Hall ditemukan tewas terbakar di apartemennya, di Jackson, Michigan, pada 12 Juli 1982.

Forbes, yang ketika itu merupakan satu-satunya orang yang terlibat pertengkaran dengan Hall sebelum ditemukan tewas terbakar, langsung ditangkap polisi. Dia disangka sebagai pelaku pembakaran. Forbes pun ditangkap di rumahnya.

Singkat cerita, Forbes dihukum karena dianggap telah melakukan pembakaran dan pembunuhan terhadap hall, dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 1983.

Setelah menjalani hukuman penjara selama 37 tahun, Forbes dibebaskan pada 20 November 2020 karena saksi kunci yang memberatkannya mengakui telah memalsukan ceritanya.

Saksi yang berdusta, kemudian mengaku itu, bernama Annice Kennebrew. Ketika persidangan Forbes berlangsung, dia mengaku melihat 3 pria, termasuk Forbes, membakar apartemen Hall di Jackson.

Namun, pada tahun 2017—setelah Forbes dipenjara selama 34 tahun—Kennebrew mengaku bersalah telah membuat kesaksian palsu. Dia mengaku sebenarnya tak pernah melihat Forbes di lokasi kebakaran.

Pengakuan tersebut juga disampaikan oleh Kennebrew dalam proses pemeriksaan pembuktian kasus Forbes di pengadilan pada bulan Februari 2020. Dia mengaku memberikan kesaksian palsu karena diintimidasi oleh dua pria lokal yang mengenalnya. Jika tak mau bersaksi palsu, katanya, dia dan keluarganya akan disakiti.

“Meskipun butuh waktu lama, saya tetap bersyukur dia (saksi kunci) melakukan hal yang benar: bahwa dia akhirnya mengatakan yang sebenarnya,” kata Forbes, dikutip dari USA Today, 20 Desember 2020.

Menurut pengacara Forbes, Imran Syed, seorang saksi yang sengaja berbohong, padahal sudah disumpah, dapat dituntut. Namun, UU pembatasan kejahatan di AS umumnya berlaku enam tahun.

Jika tuntutan dilayangkan atas sumpah palsu Kennebrew itu, menurut Syed, ini tidak menguntungkan pihak mana pun. Namun demikian, kebenaran memang harus diungkapkan. “Masyarakat secara keseluruhan dirugikan jika kebohongan tetap bersembunyi selamanya,” kata Syed.

Pos terkait