Panglima Siap Realisasikan Angkatan Siber sebagai Matra Keempat di TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendapat perintah dari Presiden Jokowi untuk membentuk Angkatan Siber. Foto:Puspen TNI

Serangan siber memiliki potensi besar untuk melumpuhkan suatu negara, mulai dari sektor ekonomi seperti perbankan dan finansial, hingga infrastruktur vital seperti telekomunikasi, energi, transportasi, dan administrasi pemerintahan.

Agus menyebutkan bahwa Indonesia dapat belajar dari Singapura yang telah lebih dahulu membentuk angkatan sibernya pada Oktober 2022 dengan kekuatan 3.000 prajurit. Pemerintah Singapura bahkan menargetkan peningkatan pasukan angkatan sibernya hingga 12.000 dalam kurun waktu delapan tahun. Menariknya, militer Singapura memiliki seragam khusus untuk setiap matra: hijau untuk darat, putih untuk laut, biru untuk udara, dan abu-abu untuk angkatan digital dan intelijen.

Meski saat ini pembentukan Angkatan Siber masih dalam tahap perencanaan, Agus menjelaskan bahwa pusat siber nantinya akan dibangun di markas besar TNI serta di setiap matra yang ada. Dalam hal perekrutan, TNI berencana untuk merekrut lulusan SMA dan universitas dengan memprioritaskan keahlian khusus di bidang siber. “Memang kalau siber itu berbeda dengan satuan lain, mungkin akan lebih banyak orang sipilnya,” ungkap Agus.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, Agus mengakui belum ada pembicaraan khusus dengan DPR RI terkait pembentukan Angkatan Siber ini. Kehadirannya di DPR pada hari Selasa ini lebih difokuskan pada pembahasan anggaran pertahanan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi di era globalisasi, aliran informasi tanpa batas negara membuka peluang sekaligus menghadirkan ancaman baru. Selain memudahkan akses informasi, perkembangan ini juga memunculkan ancaman asimetris (asymmetric threat) yang memerlukan upaya antisipasi melalui pembangunan pertahanan siber yang kuat.*

Pos terkait