Di sisi lian, delapan parpol pengusung nonparlemen pun menyatakan sepakat mengusung Ngesti Nugraha – Nur Arifah. Kedelapannya adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Ummat, Partai Garuda, PBB, PKN, dan Partai Buruh. Mereka bergabung dalam Koalisi Parpol Non Parlemen Kabupaten Semarang (Kompaks).
Partai Prima, yang tidak lolos verifikasi KPU Kabupaten Semarang di Pemilu 2024, juga ikut bergabung dalam Kompaks yang menyatakan dukungannya untuk memenangkan paslon Ngesti Nugraha – Nur Arifah.
Sampai Rabu, praktis hanya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang belum memberikan rekomendasi dan menyatakan dukungannya kepada Paslon MUTIARA. Sebelumnya, PPP bersepakat membentuk koalisi dengan Gerindra untuk Pilkada 2024. Koalisi itu memiliki kekuatan 10 kursi di DPRD Kabupaten Semarang.
Namun demikian, Gerindra akhirnya menyatakan dukungan terhadap Ngesti Nugraha dan Nur Afifah. PPP sendrian. Dengan perolehan suara lebih dari 7,5 persen pada Pileg 2024, Parpol berlambang kabah itu sejatinya bisa mengusung pasangan calon tanpa harus berkoalisi.
Namun, apabila melihat perubahan peta politik mutakhir terbuka peluang Ngesti-Arifah akan melawan kotak kosong di Pilkada November 2024 nanti.*





