Ngeri! Senjata Israel Lenyapkan 2.842 Warga Gaza Tanpa Jejak

Warga Gaza dihadapkan pada senjata mematikan termobarik dari Israel. - Anadolu
Investigasi Al Jazeera mengungkap ribuan warga Gaza “menguap” akibat senjata termobarik Israel. Pakar hukum menyebutnya genosida global karena keterlibatan pasokan senjata dari negara-negara Barat.

Fenomena ribuan warga Gaza yang “menguap” akibat serangan udara tentara Israel memicu kecaman keras dari berbagai kalangan ahli di seluruh dunia.

Investigasi Al Jazeera tidak hanya mengungkap fakta lapangan, tetapi juga menyoroti kegagalan sistem akuntabilitas global.

​Perspektif Hukum: “Genosida Global”

​Diana Buttu, pakar hukum internasional dari Georgetown University, memberikan pernyataan tajam mengenai keterlibatan negara-negara Barat. Menurutnya, ini bukan lagi sekadar konflik regional.

Bacaan Lainnya

​”Ini adalah genosida global. Aliran senjata yang terus-menerus dari AS dan Eropa, meskipun mereka tahu senjata ini tidak dapat membedakan antara kombatan dan anak-anak, adalah bukti nyata keterlibatan dalam kejahatan perang,” tegas Buttu.

​Ia menambahkan bahwa di bawah hukum internasional, penggunaan senjata dengan efek yang tidak dapat dikendalikan di wilayah padat penduduk adalah pelanggaran berat terhadap prinsip pembedaan (distinction).

​Analisis Militer: Teknologi yang Melenyapkan Materi

​Vasily Fatigarov, seorang ahli militer, membedah mengapa senjata termobarik jauh lebih mematikan daripada bom konvensional. Ia menyoroti komposisi kimia yang dirancang khusus untuk menciptakan panas ekstrem.

​”Bubuk aluminium, magnesium, dan titanium ditambahkan untuk memperpanjang waktu pembakaran. Hasilnya adalah bola api yang mencapai 3.000 derajat Celsius yang tidak hanya membunuh, tetapi melenyapkan materi organik,” jelas Fatigarov.

Dilansir Middle East Eye (10/2/2026), selain menggunakan termobarik, temuan investigasi juga mencatat bahwa beberapa jenis bom yang digunakan — termasuk munisi berkomponen AS seperti MK-84, BLU-109, dan GBU-39 — dikenal dalam catatan militer sebagai bom dengan kekuatan destruktif besar, sehingga menimbulkan kritik dari kelompok hak asasi yang menyatakan bahwa penggunaan munitions ini di wilayah padat penduduk seperti Gaza berpotensi melanggar hukum humaniter internasional apabila tidak dibedakan antara target militan dan warga sipil.

Kegagalan Institusi Internasional

​Tariq Shandab, Profesor Hukum Internasional, menyatakan bahwa mekanisme peradilan dunia seperti ICJ dan ICC seolah kehilangan taji dalam menghadapi krisis di Gaza.

Pos terkait