Nasaruddin Umar Masuk Bursa Ketum PBNU, PWNU DKI Beri Syarat Tegas

Menag Nasaruddin Umar dan KH. Said Aqil Siroj pada Sarasehan Nasional Temu Nasional Pondok Pesantren pada Inisiasi Gerakan Pesantren Anti Kejahatan Seksual yang diselenggarakan oleh DPP PKB, di Jakarta pada Senin (18/5/2026) malam. - ISTIMEWA

Puncaknya, Nasaruddin hadir memukau memberikan orasi pada acara wisuda Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah asuhan Kiai Said pada akhir Mei 2026. Di hadapan para santri, ia memuji pesantren tersebut sebagai cikal bakal kebangkitan intelektual Islam Nusantara.

PWNU DKI: Layak, Tapi Ada Syaratnya

Mencuatnya nama Nasaruddin Umar memantik respons dari struktur wilayah. Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif, merespons positif gagasan Gus Ipul. Ia mengakui Nasaruddin sebagai salah satu putra terbaik NU yang memiliki rekam jejak mentereng. Dari sisi keilmuan dan pengalaman, Nasaruddin pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU—sebuah batu loncatan historis yang juga pernah diduduki Gus Yahya dan Kiai Said sebelum naik memimpin PBNU.

Kendati memuji kapabilitas sang menteri, Kiai Samsul memberikan catatan tegas. Ia mengingatkan agar menteri atau birokrat yang berniat maju dalam kontestasi Muktamar NU bersedia menanggalkan jabatannya di pemerintahan. Langkah ini sangat vital untuk menjaga muruah kementerian, mencegah penyalahgunaan kekuasaan, dan menghindari kesan intervensi istana.

Bacaan Lainnya

“Jauh-jauh hari, dua atau tiga bulan sebelumnya, alangkah baiknya mengundurkan diri dari jabatan menteri kalau mau siap-siap nyalon,” tegas Kiai Samsul dikutip dari Republika, Senin (11/5/2026).. Ia berharap ruang kepemimpinan NU diserahkan kepada sosok yang independen dari lingkaran kekuasaan politik demi kebaikan organisasi.

Kontestasi kursi nomor satu di PBNU dipastikan akan terus bergulir dinamis. Sosok Nasaruddin Umar kini berdiri di persimpangan jalan yang strategis; antara menuntaskan pengabdiannya di kabinet atau menjawab panggilan sejarah untuk memimpin jam’iyah Nahdlatul Ulama. Pilihan apa pun yang ia ambil kelak, jutaan pasang mata warga nahdliyin akan terus mengawasi dan menanti gebrakan sang Imam Besar.***

Pos terkait