JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi memberhentikan dua anggotanya, Mukti Ali Qusyairi (MAQ) dan Asnawi Ridwan (AR), setelah sebelumnya sempat dinonaktifkan terkait dugaan hubungan keduanya dengan organisasi yang terafiliasi Israel. Keputusan MU diambil melalui musyawarah mufakat dalam rapat pimpinan pada Selasa (23/7).
Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menjelaskan bahwa setelah dinonaktifkan sejak pekan lalu, keduanya dipanggil untuk diklarifikasi oleh tim tabayun yang dibentuk dengan surat tugas dari Dewan Pimpinan MUI.

Dalam proses tersebut, Tim menemukan fakta bahwa MAQ dan AR merupakan anggota organisasi bernama Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian (Rahim), yang dalam situs resminya menggunakan atribusi sebagai pengurus MUI. RAHIM terindikasi kuat menjalin kerja sama dengan organisasi yang terafiliasi dengan Israel.
“Dua inisial tersebut sudah kita lakukan proses sesuai dengan prosedur dan tahapan-tahapan berdasarkan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga, Peraturan Organisasi (PO), dan Kode Etik MUI, sehingga pemberhentian keduanya sebagai pengurus MUI dipastikan telah sesuai dengan tata-kelola organisasi MUI,” kata Amirsyah, dikutip dari situs resmi MUI, Kamis (25/7/2024).
Tim tabayun yang melakukan klarifikasi terdiri atas pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI, yang diketuai oleh Wakil Ketua Komisi Fatwa, Abdurrahman Dahlan, serta beberapa anggota lainnya, seperti Miftahul Huda, Jaih Mubarok, Muiz Ali, dan Endi Estiwara.
Amirsyah mengaku menyesalkan keterlibatan dua anggota MUI tersebut dalam kemitraan dengan lembaga yang terkait Israel, di mana hal tersebut dinilai melukai hati nurani bangsa Indonesia, yang selama ini mendukung kemerdekaan Palestina.
Dia juga mengingatkan agar semua komponen bangsa waspada terhadap agen-agen Israel yang berusaha memecah belah bangsa.
“MUI mengimbau kepada seluruh komponen bangsa agar tetap konsisten melakukan perdamaian abadi dan ketertiban dunia dengan terus mendukung kemerdekaan Palestina,” tegasnya.
Profil Mukti Ali Qusyairi pernah diulas oleh Samudra Fakta beberapa waktu lalu. Sementara Asnawi Ridwan, sebagaimana penelusuran Samudra Fakta, sebelum diberhentikan dia tercatat menjabat sebagai anggota bidang Perbankan Syariah MUI periode 2022-2027.
Asnawi juga menjabat sebagai Manajer Penelitian Kitab Suci Rahim. Dia juga pernah bertemu Duta Besar Israel untuk Singapura, Eli Vered Hazan, dan Wakil Ketua Israel Misi Israel Hila Rose Fridman pada 6-12 Agustus 2023 silam.
Dia bertemu pihak Israel bersama tiga pengurus Rahim lainnya, yaitu Mukti Ali Qusyairi (Presiden Direktur), Zainul Maarif (Manager Penelitian Domestik), dan Roland Gunawan (Manajer Komunikasi dan Media RAHIM). Rombongan ini juga bertemu dengan Ketua Rabi Mordecai Abergel sebagai perwakilan komunitas Yahudi di Singapura.

Nama Rahim sempat menjadi pembicaraan karena disinyalir menjadi perantara pertemuan lima orang Nahdliyin dengan Presiden Israel Isaac Herzog beberapa waktu lalu. Informasi keterkaitan Rahim dengan lembaga Israel bisa dilihat dalam laman resmi rahim.or.id. Namun, situs ini tidak bisa diakses lagi per Rabu (17/7) pagi, meski masih bisa diakses pada Selasa (16/7), atau sehari sebelumnya.
Asnawi Ridwan juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Fasihuddin, Kota Depok. Ia juga Mursyid Khalifah Thariqah Qadiriyyah wa Naqsyabandiyah (TQN). Pengangkatannya sebagai Mursyid Khalifah TQN berlangsung pada akhir 2023, oleh KH. Achmad Chalwani Annawawi, Pengasuh Pondok Pesantren Annawawi, Berjan, Purworejo. Dengan diangkatnya sebagai mursyid khalifah TQN, KH. Asnawi Ridwan diberikan kewenangan untuk melakukan baiat serta memimpin serangkaian aktivitas dan ritual TQN.
Asnawi saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidhiyah PCNU Depok Masa Khidmat 2019-2024.
Dia juga diketahui merupakan salah satu tokoh ulama Kota Depok yang memberikan dukungan penuh terhadap rencana Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, untuk maju sebagai calon wali kota di Depok saat deklarasi relawan Depok Kaesang Menang ‘Sang Menang’ di Aula Serbaguna Pondok Pesantren Nidaul Haq, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, pada Ahad, 18 Juni 2023.*





