Muhammadiyah Terbelah soal Soeharto, di Persimpangan Antara Jasa dan Luka Lama

Mantan Presiden ke-2 RI, Soeharto. - CPA Media Co. Ltd

Lebih jauh, Usman mengkritik latar belakang militer Soeharto yang pernah bergabung dengan KNIL, tentara kolonial Belanda. “Ketika para pemuda Banten terlibat revolusi tahun 40-an, Soeharto di mana? Ia menjadi anggota tentara kolonial,” ujarnya.

Sebagai pembanding, Usman menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai sosok yang layak dijadikan panutan moral. “Gus Dur berani mencopot Jenderal Wiranto karena terlibat dalam kejahatan kemanusiaan di Timor Timur. Sampai akhir hayat, dia tetap berpihak kepada yang lemah,” katanya.
“Bagaimana mungkin Soeharto disejajarkan dengan tokoh seperti Gus Dur atau Marsinah?” tegasnya.

Muhadjir Effendy: Soeharto Kader Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Muhadjir Effendy menyatakan dukungan penuh terhadap usulan gelar tersebut. Ia menyebut Soeharto sebagai kader Muhammadiyah yang berjasa besar bagi bangsa.

Bacaan Lainnya

“Muhammadiyah intinya mendukung penuh pemberian gelar pahlawan kepada Pak Harto,” kata Muhadjir kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/11).

Menurut Muhadjir, kontribusi Soeharto terhadap Indonesia tak bisa diabaikan. “Tidak ada satu pun orang yang memungkiri andil besar Pak Harto bagi bangsa Indonesia. Sama halnya dengan Bung Karno,” ujarnya.

Muhadjir juga mengingatkan pidato Presiden Prabowo Subianto di Cilegon yang menekankan pentingnya menghargai jasa para tokoh bangsa. Ia menambahkan, Soeharto sendiri pernah mengaku sebagai kader Muhammadiyah pada Muktamar 1985 di Banda Aceh.

“Beliau terang-terangan menyampaikan, tanpa tedeng aling-aling, dia adalah bibit Muhammadiyah. Seperti halnya Bung Karno yang dulu menjadi Ketua Majelis Pengajaran di Bengkulu,” ungkap Muhadjir.

Bagi Muhadjir, Soeharto dan Sukarno sama-sama bagian dari sejarah besar Muhammadiyah dan bangsa. “Kalau kita mencari baiknya orang, pasti ketemu banyak kebaikan. Tapi kalau yang dicari hanya kekurangannya, ya semua akan tampak buruk,” pungkasnya.***

Pos terkait