Muhammadiyah Ciptakan Lingkungan Aman dalam Ruang Ramah Anak dan Perempuan

Ilustrasi Ruang Ramah Anak dan Perempuan. Foto:Canva
PP Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran pada 3 Oktober 2024 tentang penyediaan Ruang Ramah Anak dan Perempuan di seluruh instansi di bawah naungan organisasi kemasyarakatan ini. Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan, kenyamanan, dan aksesibilitas bagi anak-anak dan perempuan, sehingga mereka dapat merasa aman dan dihargai.

Lesti Kaslati Siregar dari Departemen Pendidikan PPNA menjelaskan, “Penyediaan Ruang Ramah Anak dan Perempuan ini sangat penting. Dengan adanya fasilitas ini, akan tercipta kesejahteraan dan keamanan dalam bekerja, sehingga para Ibu memiliki ruang yang aman dan nyaman untuk bekerja sambil mengurus anaknya.”

Foto: Dok. PP Muhammadiyah

Lesti menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam mendukung kesejahteraan dan perlindungan hak-hak perempuan dan anak. Surat edaran ini merupakan bagian dari upaya Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), organisasi otonom Muhammadiyah yang fokus pada bidang kemasyarakatan, keagamaan, dan perempuan.

Menurut dia, banyak wanita yang terpaksa berhenti bekerja karena kewajiban mengurus anak. Dengan adanya Ruang Ramah Anak dan Perempuan, diharapkan mereka bisa melanjutkan pekerjaan sambil tetap merawat anak.

Bacaan Lainnya

“Ketersediaan akses ini akan berdampak positif pada kesehatan dan kebahagiaan anak. Ketika orangtua, terutama ibu, bisa terus mengurus anaknya, kesehatan anak akan lebih terjaga. Ini akan membantu mengurangi masalah seperti stunting dan kekurangan gizi,” imbuhnya.

Lesti juga menginformasikan bahwa PPNA telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan. Selain itu, PPNA berkoordinasi dengan 12 kementerian dan lembaga di Indonesia untuk mengoptimalisasi inisiatif Ruang Ramah Anak dan Perempuan.

“Usaha ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar program ini dapat berjalan berkelanjutan. PPNA berkomitmen untuk melakukan advokasi dan berharap dukungan Muhammadiyah serta lembaga-lembaga di bawahnya,” tegas Lesti.

Pos terkait